Badung Dalami Pelayanan Publik Terintegrasi di Georgia dan Azerbaijan

Rabu, 11 Juli 2018 : 05.32
Kadis Penanaman Modal dan PTSP Made Agus Aryawan (kiri) dalam kegiatan ToT di Azerbaijan
BADUNG- Azerbaijan dan Georgia dinilai mampu merubah paradigma dalam pelayanan serta menerapkan pelayanan secara terintegrasi melalui manajemen Public Privat Partnership (PPP) sehingga hal itu menginspirasi Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengundang beberapa Daerah.

Pemerintah Kabupaten Badung menjadi salah satu peserta yang diundang, untuk meninjau pola pelayanan pada Public Services Hall (PSH) Georgia dan mengikuti Training for Trainers (ToT) di ASAN Xidmat Center, Azerbaijan mulai tanggal 1-6 Juli 2018.

Sebanyak 16 peserta mengikuti ToT termasuk peserta Badung yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, I Made Agus Aryawan dan Kasi Pelaporan Bidang Program, I Gede Suparta.

ToT yang dilaksanakan di Kantor Asan Xidmat Centre 3 Azerbaijan , bertujuan menggali pengalaman dari Pemerintah Azerbaijan khususnya dalam pengelolaan pelayanan publik yang sangat baik kepada warga negara.

Diketahui. Azerbaijan mampu merubah paradigma dalam pelayanan serta menerapkan pelayanan secara terintegrasi melalui manajemen Public Privat Partnership (PPP), dimana petugas pemerintah dan lembaga swasta yang terkait langsung dengan proses payananan publik bersatu dalam satu atap.

"Inovasi ini pula yang akhirnya mengantarkan Azerbaijan berhasil meraih penghargaan dari United Nations Public Service Award dalam bidang pelayanan publik yang banyak dirujuk oleh berbagai negara," ujar Aryawan.

Kesuksesan Azerbaijan dalam membuat perubahan layanan publik yang mendasar melalui ASAN Xidmat, memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus dipusingkan dengan prosedur yang berbelit dan panjang.

"Hal inilah selanjutnya mengilhami Kementerian PANRB dalam mendorong pembangunan Mal Pelayanan Publik di Indonesia," sambungnya.

Penggunaan big data sebagai database disemua instansi sudah tertata dengan baik serta pemanfaatan teknologi informasi telah berhasil membuat pelayanan menjadi efektif dan transparan.

Selain ke Azerbaijan, peserta mengunjungi Public Service Hall (PSH) di Georgia, yang mampu mengubah iklim investasi yang kurang ramah menjadi negara yang ramah investasi.

PSH Georgia mampu meningkatkan rangking Ease of Doing Business (EoDB), tahun 2017 dari rangking ke-16 ke posisi 9 pada tahun 2018.

Disinggung target meningkatkan rangking Easy of Doing of Business (EODN) di Indonesia, pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Badung sebagai sub nasional bersama 11 Daerah lainnya di Indonesia sebagai lokasi sampling survey EODB yang akan dilaksanakan oleh world bank.

Guna mendukung persiapan survey tersebut maka DPMPTSP Badung tengah berbenah dari berbagai aspek serta koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk menyiapkan data yang dibutuhkan untuk survey EODB dimaksud.

Demikian pula pengalaman sukses dari negara Azerbaijan dan Georgia akan diadopsi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kabupaten Badung. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi