Tradisi "Nyaagang" di Klungkung, Prosesi Mengantarkan Roh Leluhur ke Nirwana

Minggu, 10 Juni 2018 : 10.26
Tradisi Nyaagang digelar warga di Desa Pekraman Gelgel Klungkung Bali
KLUNGKUNG - Tradisi “Nyaagang “ dilaksanakan turun temurun warga se -Desa Pekraman Gelgel Kabupaten Klungkung Bali dalam mengantarkan roh leluhur ke nirwana usai Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Tradisi “Nyaagang “ ini merupakan tradisi turun temurun dilaksanakan oleh warga hingga sekarang.
Pelaksanaan ritual dilaksanakan di depan pemesu rumah atau di mulut gang masing masing warga ini digelar sebelum lewat tengah hari bertepatan Hari Raya Kuningan Sabtu (9/6/2018).

Ritual ini bertepatan dengan saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang datangnya 6 bulan kalender Bali Caka.

Penglingsir Pura Dalem Pemuteran Jelantik Kuribatu Desa Tojan Jero Mangku Made Mujana menyatakan, ritual gelaran wewantenan Nyaagang ini  merupakan tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga masyarakat  KLungkung.

"Terlebih bagi warga Banjar Jelantik kuribatu Desa Tojan  yang berada di wewengkon Desa pakraman Gelgel," ucapnya kepada wartawan.

Dijelaskan, Ritual “Nyaagang “ ini sebagai upakara ritual berakhirnya pelaksanaan Hari Raya Galungan Rabu(30/5/2018) dan pemuncaknya pada perayaan Hari Raya Kuningan pada Sabtu (9/6/2018).

Sesuai urutan ritual perayaan hari kemenangan Dharma melawan A Dharma ini,  diawali dari datangnya Hari Penyekeban,Hari  sugian jawa, Hari sugian Bali, Hari Penampahan Galungan, Hari Raya Galungan, Hari Manis Galungan Hari Penampahan Kuningan dan dipungkasi dengan perayaan Hari Raya Kuningan

Warga mempersiapkan segala sesuatu menyambut kedatangan sang pitare ( roh para leluhur)  masing masing untuk datang mengunjungi keluarganya yang masih hidup didunia ini.

Hal itu, sekaligus ikut merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan bersama sama.

Masing masing sanggah merajan maupun di Bale Bali milik warga saat datangnya Hari Galungan dan Kuningan digelar soda untuk menjamu leluhur dan keluarga wajib menghaturkan bakti kepada beliau Leluhur.


Kemudian, usai bersama sama merayakan hari suci Galungan dan Kuningan, akhirnya puncak ritual dimaknai acara perpisahan ini digelar upakara ritual “ Nyaagang “.

Warga menggelar wewantenan dimaknai berisi bekal roh  leluhur yang akan kembali akan menuju alam nirwana.

Sebagaimana disampaikan Nyoman Sumerta Jro Mangku Pura Pasek  Manik Bingin di Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan, tradisi ini sangat kental bagi warga KLungkung maupun warga Desa Pekraman Gelgel.

Warga tidak bisa memastikan kapan pertama dimulainya ritual Nyaagang karena ini menjadi tradisi warga Desa Pekraman Gelgel.

Tradisi “ Nyaagang” yang digelar sebelum tengah hari itu, merupakan waktu yang tepat mengantar roh leluhur kembali ke Nirwana.

Menariknya, setelah ritual Nyaagang usai seluruh keluarga makan bersama ditempat sebagai wujud kebersamaan dan kedamaian.

”Kami berharap, sang pitare, yang akan kembali akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan sebab semua keluarga yang ditinggalkan ke alam nirwana, sudah dilihat dalam keadaan rukun rukun dan bahagia,” demikian Jro Mangku Sumerta. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi