Selain Ditempa Fisik, Puluhan Peserta Ponsima PSHT Denpasar Dibekali Kerohanian

Minggu, 03 Juni 2018 : 09.52
Pengurus PSHT Cabang Denpsar dan perwakilan peserta Ponsima V yang dipusatkan di Yayasan Al Ma'ruf Denpasar
DENPASAR - Sekira 80 orang lebih peserta dari pelajar dan umum mengikuti Pondok Silat Ramadan (Ponsima) kelima yang digelar Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Denpasar yang dipusatkan di Yayasan Al Ma'ruf Denpasar.

Kegiatan berlangsung tiga hari mulai 1-3 Juni 2018, rutin digelar dan kali ini memasuki tahun kelima.

Kabid Litbang PSHT Cabang Denpasar Miftachur Rohman menjelaskan, Ponsima merupakan agenda rutin, yang merupakan rangkaian atau kelanjutan dari ujian kenaikan sabuk putih sebelumnya.

"PSHT Denpasar memiliki agenda tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan fisik jasami namun juga kami ingin membekali mereka bagaimana mengelola batin," jelasnya kegiatan Ponsima di Yayasan Alma'ruf Jalan Cargo Denpasar, Sabtu 2 Juni 2018 malam.

Mengutip ajaran PSHT, bagaimana bisa membentuk nilai-nilai budi pekerti yang luhur siswa yang mengetahui benar dan salah.

Diharapkan, lewat kegiatan ini, dapat memberikan pembekalan rohani setelah mereka diterima menjadi warga keluarga besar organisasi pencak silat yang berkantor pusat di Madiun Jawa Timur ini.

Yang penting dan diutamakan dalam ajaran PSHT ini, bagaimana membangun persaudarana diantara mereka selain melaksanakan latihan atau untuk kesehatan fisik jasmani.

Lewat PSHT ini, diharapkan ada keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani yakni dengan membentuk manusia berbudi luhur bisa mengetahui benar dan salah.

Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia Ponsima Agung Suryanto, mengungkapkan, gagasan Ponsima yang digelar di Yayasan Alma'ruf dirintis sejak 2013 yang awalnya dilakukan oleh komisariat kemudian berkembang hingga dilaksanakan latihan bersama seluruh ranting di Cabang Denpasar.

Pada kegiatan ini, peserta melaksanakan juga sparing atau tradisi sambung (Laga) diantara mereka untuk mengasah skill dan kemampuan bela diri dan jurus-jurus seni pencak silat SHT yang selama ini didapatkan saat mengikuti latihan dari dasar hingga berhak menyandang sabuk putih.

Sambung salah satu kegiatan dalan Ponsima V PSHT Cabang Denpasar 
"Kami juga menanamkan nilai-nilai ke-eshaan (Setia Hati), tidak semata bela diri namun terpenting adalah persaudaraan," tandasnya.

Pihak sekolah di Yayasan tersebut menyambut baik kegiatan ini sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah MTs Al Ma'ruf Ahmad Rosyid, pihaknya merasa terbantu dengan Ponsima yang dinilai cukup positif bagi pembentukan mental siswa.

"Kami sangat terbantu dengan Ponsima di bulan ramadan ini untuk tambahan kegiatan kerohaniaan bagi siswa, mereka tinggal bersama saling berinteraksi satu sama lainnya," imbuhnya.

Apalagi, kegiatan ini sudah kelima kalinya digelar dan telah berkontribusi positif dampaknya dirasakan baik sekolah maupun siswa di mana mereka memiliki keseimbangan tidak hanya sehat jasmani namun juga mental rohaninya.

Salah satu peserta Ponsima,  Riska Ayu Trinabila (15) yang kini duduk dibangku kelas 1 sMK Bali Dewata mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut yang menjadikan pengalaman batin tersendiri.

"Saya merasa lebih sehat dan bisa menambah pengalaman tambah saudara selama mengikuti Ponsima," ucap perempuan asal Banyuwangi Jawa Timur ini.

Dia merasakan manfaat positif, bagaimana diajarkan soal kedisiplinan, kepemimpinan dan yang paling penting lagi, tentang arti dan makna persaudaraan.

Diketahui, para peserta yang terdiri dari 35 siswa setempat dan sisanya dari pelajar sekolah lain serta masyarakat umum selama tiga hari mengikuti serangkaian kegiatan fisik dan rohani, mulai salat berjamaah, mengaji atau tadarrus Al Quran, tausiah, buka dan sahur bersama hingga latihan-latihan fisik.

Ponsima mendapat pantauan langsung Ketua Pengurus PSHT Cabang Denpasar Sunarto yang terus memotivasi dan mengawasi para peserta agar bisa melaksanakan sesuai kegiatan sesuai jadwal dan ketentuan dengan ditetapkan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi