SAR Bali Kerahkan Helikopter Pantau Arus Mudik Penyeberangan Gilimanuk- Ketapang

Kamis, 14 Juni 2018 : 21.17
Helikopter HR 1524 Basarnas yang memantau aktivitas pemudik dan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk/foto sar 
DENPASAR - Basarnas mengerahkan satu unit helikopter HR 1524 untuk melakukan pemantauan udara arus mudik di jalur penyebrangan Gilimanuk - Ketapang yang melayani penyeberangan Bali menuju Banyuwangi dan sebaliknya.

"Helikopter jenis Bolco 105 itu terbang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 10.10 Wita," jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana dalam keterangan resminya Kamis (14/6/2018).

Ia menuturkan, pemantauan udara sangat diperlukan ketika mendekati Hari Raya Idhul Fitri.

"Secara visual jika dipantau melalui udara, kondisinya bisa terlihat jelas tingkat kepadatan para pemudik di pelabuhan penyebrangan," ungkapnya.

Sebelumnya sudah digerakkan KN SAR Arjuna 229 dari Pelabuhan Benoa pada Senin, 11 Juni 2018 menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

"Semua Alut kami kerahkan secara maksimal dan seefektif mungkin, dari segi penempatan dan waktu pelaksanaannya, sehingga bisa mengantisipasi di jalur-jalur ramai pemudik," imbuhnya.

Mengantisipasi aktifitas pelayaran telah disiagakan KN SAR Arjuna dengan 17 personil bergabung bersama tim rescue dari Pos SAR Banyuwangi, sementara itu di pintu penyebrangan Gilimanuk juga ditugaskan tim rescue dari Pos SAR Jembrana dan Pos SAR Buleleng.

Antisipasi di jalur darat padat pemudik, telah disiagakan tim SAR yang bergerak dengan rescue truk, berjaga pada titik-titik rawan kecelakaan.

"Selain pengerahan personil dan Alut juga dibangun komunikasi dan koordinasi dengan para potensi SAR," ungkapnya saat memantau langsung kesiapan jajaran SAR di Gilimanuk, Jembrana.

Ardana menjelaskan, siaga SAR dalam rangka antisipasi arus mudik Lebaran akan berlangsung hingga 24 Juni 2018.

"Kapal SAR Basarnas Bali, yakni KN SAR Arjuna 229 melaksanakan siaga SAR di Pelabuhan Banyuwangi sudah selama 4 hari dan akan berlanjut hingga tanggal 20 Juni," ungkapnya.

Meskipun telah ada langkah antisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan SAR di wilayah Bali, ia berharap, jangan sampai terjadi kecelakaan pelayaran, penerbangan ataupun transportasi darat.

Untuk itu, pihaknya menghimbau pemudik agar berhati-hati saat berkendaraan dan pengguna transportasi laut supaya mematuhi aturan yang ada, sehingga bisa selamat sampai tujuan.

Dalam kesempatan sama, Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR, Gede Darmada yang ikut on board melaksanakan pemantauan udara dengan Helikopter HR 1524 bersama 3 orang crew mengungkapkan, dari hasil pantauan udara H-1 menjelang hari raya Idul Fitri tidak nampak adanya antrian panjang kendaraan pemudik di jalur penyebrangan Gilimanuk - Ketapang.

Dari pantauan udara terlihat penyebrangan didominasi kendaraan pribadi roda 4 dan roda 2.

"Kami tadi mengudara di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 10.48 Wita, kondisinya cuaca cerah dan tadi juga lalu lintas terpantau ramai lancar," tuturnya.

Helikopter HR 1524 kembali landing di Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 11.35 Wita.
 (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi