Reuni Angkatan 88 Smansa Denpasar Diisi Baksos di Karangasem

Minggu, 24 Juni 2018 : 12.39
Pemberian bingkisan bagi lansia dari Alumni Smansa Denpasar angkatan 88
 KARANGASEM- Bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian pemahaman masyarakat tentang kesehatan dan juga trekking ke kebun bamboo digelar dalam reuni khusus alumnu SMAN 1 Denpasar atau Smansa angkatan 1988.

Kegiatan bakti sosial di Dusun Geriana Kauh, Duda Utara Selat, Karangasem Sabtu 23 Juni 2018.

Ketua Panitia Pelaksana dr Ide Made Santi Utama, dalam rangka Reuni ke 30 tahun angkatan 88 menggelar berbagai kegiatan.

“Setiap tahun kita ada reuni kecil, untuk reuni akbar kita gelar lima tahun sekali,” ujarnya disela sela pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis di balai Banjar Geriana Kauh di damping rekanya dr Putu Premana.

Acara utama dilakukan temu Alumni di Geria Santrian, Sanur 30 Juni mendatang. Lokasi kegiatan menyasar desa adat yakni Geriana Kagin dan Geriana Kauh.

Ada atraksi senam Lansia yang dilakukan ibu ibu Perwusi (Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia) di bawah pinpinan dr IA Ratih Ulansari.

Sekitar 20 dokter ahli dan juga dokter umum dilibatkan dalam baksos. Diantaranya hadir dokter ahli atau spesialis kebidanan, anak, penyakit dalam, gigi, mata, THT dan hadir juga dari Puskesmas Selat di bawah kordinator dr Ketut Sadiarta. Selain itu ada juga dokter spasialis Anastesi.

Ada pula, pemberian bingkisan gratis berupa sembako dari Alumni Smansa 88 kepada warga lanjut usia.

Menurut dr Putu Permana para alumni Smansa mengaku terkesan dengan kondisi alam pedesaan yang asri. Dimana ada hutan bamboo dan rumah rumah tradisional yang masih terjaga dengan baik.

Mereka kagum dengan tenad dan keterampilan masyarakat Geriana Kauh dalam bidang kesenian. Untuk itu, mereka ini menguasai seni tradisional seperti tabuh dan dari. Selaian itu juga selalu semengat mempertahankan dan mengajegkan tradisi leluhur. Di Desa adat ini dikenal ada tari Sanghyang Jaran yang masih lestari sampai sekarang ini.

Diketahui Smansa 88 ada 10 kelas, diantaranya 4 kelas Fisika, 4 kelas Biologi dan 2 kelas Sosial. Selaian dokter alumni yang terlibat juga dari berbagai bidang termasuk ada juga dari Teknik Sipil, Ekonomi dan pelaku Pariwisata, PNS, konsultan perminyakan dan yang lainya.

“Bagus respon masyarakat sini sangat bagus,” ujarnya sembari menambahkan, desa ini dipilih karena termasuk salah satu desa terdampak erupsi Gunung Agung lalu.

Sebelum pengobatan warga yang sudah datang langsung diajak senam lansia dan juga melatih agar tidak pikun. Pelatihan agar tidak pikun caranya cuku mudah yakni dengan memegang telinga dengan tangan kanan dan menutup hidung dengan tangan kiri kemudian di balik.

Untuk dr THP juga memberikan tip mencuci hidung. Menurutnya mencucui hidung penting dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit seperti mimisan, bersin bersin, sakit kepala dan juga.  Cucu hidung dilakukan agar hidung tidak kaku dan tetap elastic.

Perbekal Duda Utara, Wayan Darmadi beterima kasih kepada Alumni Smansa 88 yang telah melakukan aksi sosial di Desa Duda Utara.

Saat temu Alumni nanti di Geria Santrian akan diundang para Guru SMAN 1 Denpasar dan diberikan hadiah berupa sepeda pancal.  Sementara itu alumni 88 ini banyak yang sudah menjadi Dokter dan ada juga yang sudah bergelar Profesor. Sementara untuk kegiatan Alumni Smansa setiap angkatan menggelar kegiatan sendiri. Sehingga setiap tahun Smansa selalu ada kegiatan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi