Puri Agung Pemecutan Denpasar Dukung Penuh Mantra Kerta

Kamis, 07 Juni 2018 : 08.00
DENPASAR-  Ratusan tokoh Puri Agung Pemecutan Denpasar menyatakan dukungan bagi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), pada Pilgub Bali 2018.

Sebuah survei terbaru, pasangan Mantra-Kerta unggul mutlak sekitar 89 persen suara di Kota Denpasar.

Survei ini sejalan dengan realitas dukungan publik di arus bawah, yang memang menghendaki Mantra-Kerta memimpin Bali lima tahun ke depan.

Selasa (5/6/2018) lalu, ratusan tokoh Puri Agung Pemecutan Denpasar mendatangi kediaman Rai Mantra, di Griya Sebasari, Renon, Denpasar.

Penglingsir yang hadir antara lain AA Ngurah Gede Parasurama dan AA Ngurah Alit Wirakusuma, SH.

Dalam kesempatan ini, mereka menyatakan dukungan penuh kepada Rai Mantra. Mereka bertekad membantu skala dan niskala. Bahkan Parasurama, menegaskan bahwa keluarga besar Puri Agung Pemecutan bertekad menyumbangkan 99,9 persen suara.

"Dengan ini kami memastikan keluarga Puri Agung Pemecutan 99,9 persen pilih Rai Mantra. Hanya satu orang yang tidak," tandas Parasurama. Satu orang dimaksud adalah Cokorda Pemecutan, yang telah mendukung pasangan calon lain.

Menurut Parasurama, Keluarga Besar Puri Agung Pemecutan mendukung Rai Mantra, karena sejumlah pertimbangan. Antara lain Rai Mantra dikenal sebagai sosok yang jujur dan pekerja keras.

"Sejak menjadi wali kota sudah terlihat hasil kerja dan prestasinya," papar Parasurama.

Selain jujur, Rai Mantra juga dikenal santun dalam berbicara. Kesantunan berbicara merupakan gambaran kepemimpinan dan kepribadian budaya Bali.

"Beliau sangat santun dalam bertutur kata, sangat cocok memimpin Bali," ujar Parasurama.

Menanggapi dukungan tersebut, Rai Mantra menyampaikan apresiasi. Apalagi dukungan Puri Agung Pemecutan sesungguhnya telah diberikan sejak lama.

Dalam kesempatan ini, Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar, untuk memilih dengan menggunakan nurani dan tidak terpengaruh iming-iming materi. Masyarakat juga memilih dengan santun tanpa intimidasi.

"Pemilu tidak boleh ada paksaan apalagi ajakan golput hanya karena beda pilihan," tandas Rai Mantra. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi