Proteksi Petani, Badung Siapkan Aplikasi dan Bantuan Bibit Unggul

Sabtu, 23 Juni 2018 : 23.30
ilustrasi
BADUNG- Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan berbagai upaya untuk dapat memajukan dan memproteksi sektor pertanian yang ada di wilayah tersebut seperti memberikan proteksi berupa bantuan bibit unggul.

"Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa terus memberi proteksi kepada petani di wilayah Badung mulai hulu sampai hilir," ujar Plt. Kepala Dinas Pertanian Badung, Jro Mangku Gede Oka Swadiana, di Mangupura, Sabtu.

Proteksi dilakukan mulai di hulu, petani Badung akan memperoleh bantuan bibit unggul. Di tengah memperoleh bantuan pupuk, bantuan teknologi pengolahan serta budi daya untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

"Dan di hilir, petani akan memperoleh pendampingan dari Pemkab Badung dalam bidang pemasaran," kata Oka Swadiana.

Ia mengatakan, hal tersebut juga sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo yakni, berkepribadian di bidang budaya, membangun dari pinggiran dan desa serta hadirnya pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Kata Swadiana , Bupati Giri Prasta juga akan segera meluncurkan aplikasi pertanian yang bertujuan memangkas kalangan spekulan yang selama ini merugikan petani.

"Melalui aplikasi ini, petani memiliki akses langsung dengan pasar tanpa melalui spekulan. Dengan begitu, harga jual yang diterima petani pun dipastikan lebih tinggi dan kesejahteraan petani dipastikan bisa segera terwujud," katanya.

Selain itu, sebagai upaya untuk memajukan sektor pertanian, Pemkab Badung juga akan kembali menggelar Festival Budaya Pertanian (FBP) ke-7 pada 19-22 Juli 2018 mendatang di kawasan Jembatan Tukad Bangkung Pelaga Petang, Badung.

Penyelenggaraan festival bertema "Giri Amertaning Bhuana" itu bertujuan untuk menjaga 'image' pertanian kawasan Badung Utara, menggali semangat budaya pertanian dan menciptakan pasar produk pertanian yang langsung melakukan proses transaksi petani setempat.

Festival tersebut, nantinya diharapkan dapat menginisiasi tumbuhnya sinergi pertanian dan pariwisata, serta merintis tumbuhnya ekonomi kreatif dan daya saing yang berbasis pada sektor pertanian.

Swadiana menjelaskan, terdapat sejumlah inovasi dan kegiatan baru dalam penyelenggaraan FBP 2018 seperti stan kopi yang mempromosikan kopi dan barista lokal, penyelenggaraan Badung Fun Run Festival 2018 dan optimalisasi peran desa lokus.

"Kami juga akan mengoptimalkan peran Kelompok Wanita Tani, masyarakat setempat, pelajar dan generasi muda sebagai media edukasi dan investasi, pertanian hemat lahan hidroponik, inovasi budaya bawang dan cabai, inovasi pelayanan publik serta penguatan desa wisata," ujarnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi