Presiden Jokowi Ingin Perbaikan Kesejahteraan dan Perlindungan ASN

Selasa, 26 Juni 2018 : 22.55
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara/foto: Laily Rachev biro pers setpres
JAKARTA- Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya reformasi program pensiun bagi para aparatur sipil negara (ASN) sekaligus peningkatan kesejahteraan para ASN.

Hal itu menjadi salah satu bahasan penting dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

Rapat terbatas membahas tentang reformasi program pensiun bagi para aparatur sipil negara (ASN) sekaligus peningkatan kesejahteraan para ASN.

Pembahasan itu bagian reformasi birokrasi sekaligus ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan kinerja para ASN dan pelayanan publik.

"Kita akan terus memperbaiki dan melakukan perubahan-perubahan terhadap sistem kesejahteraan dan perlindungan bagi ASN dalam meningkatkan pelaksanaan tugasnya. Termasuk dalam penciptaan kesinambungan kesejahteraan dari para pensiunan ASN," demikian arahan Presiden kepada jajarannya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

Selain itu, kemampuan pemerintah untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi para ASN, TNI/Polri, dan para pensiunan ASN amat disyukuri oleh Presiden.

Hanya saja, menurutnya, hal itu belumlah cukup dan perlu dipikirkan langkah-langkah peningkatan kesejahteraan aparatur negara dalam jangka panjang.

"Alhamdulillah pada tahun ini kita bersyukur dapat memberikan THR dan gaji ke-13 bagi ASN, prajurit TNI, anggota Polri, dan pensiunan. Bagi saya itu belum cukup karena sifatnya masih menyentuh aspek kesejahteraan dalam jangka pendek. Kita perlu memikirkan yang memiliki kesinambungan dalam jangka panjang," tuturnya dalam rilis Setpres.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas pada bulan April lalu, Kepala Negara telah meminta jajarannya untuk memperhatikan kebutuhan perumahan yang layak bagi para abdi negara.

Dalam rapat terbatas kali ini, dirinya meminta laporan dari jajaran terkait mengenai perkembangan dari implementasi program tersebut.

Pihaknya sudah minta untuk diperhatikan penyediaan perumahan yang layak bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri khususnya yang berpenghasilan rendah sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan pokoknya serta bisa semakin konsentrasi dalam bekerja.

"Karena ini penting saya minta laporan tentang _progress_-nya dan akan terus kita monitor implementasi program ini," ujar Presiden mengakhiri arahan.

Selain penyediaan perumahan yang layak, kepastian akan kesinambungan kesejahteraan serta jaminan hari tua bagi para ASN saat mereka pensiun nanti dinilai turut memengaruhi kinerja para ASN aktif saat menjalankan tugas dan pekerjaannya.

Besaran manfaat pensiun yang saat ini diterima ASN dipandang sudah tidak lagi memadai untuk membiayai kehidupan yang layak.

Karenanya, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tersebut menginstruksikan jajarannya untuk mereformasi program pensiun bagi ASN. Diantaranya dilakukan dengan perbaikan formula (perhitungan) manfaat pensiun hingga peningkatan jaminan hari tua bagi ASN. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi