Pertamina Tegaskan 191 SPBU di Bali Siap Layani Selama Lebaran

Sabtu, 09 Juni 2018 : 08.55
Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikoro Putro 
DENPASAR-  PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan 191 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU tersebar di seluruh Bali dalam kondisi siap untuk melayani kebutuhan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama libur panjang lebaran.

General Manager Pertamina Pemasaran Wilayah V Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Ibnu Chouldun menjamin stok BBM selama arus mudik, balik dan libur panjang Lebaran di Bali aman.

Demikian juga, untuk menjamin kelancaran distribusi penyaluran BBM ke 191 SPBU di seluruh Bali yang mendapat pemantauan dan pengawasan Satgas  .

Sebelumnya, Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) Wilayah Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara membentuk Tim Satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H yang akan disiagakan melayani masyarakat sejak 30 Mei hingga 28 Juni 2018.

Section Head Communication MOR V  Rico Respati menegaskan, Tim Satgas yang terdiri dari petugas Pertamina juga melibatkan unsur lainnya seperti kepolisian akan bertugas selama 24 jam guna memastikan kelancaran pasokan BBM dan melakukan pengawasan di lapangan.

"Tim Satgas bertugas hingga 28 Juni 2018 dan beroperasi di kantor Pertamina MOR V, seluruh Terminal BBM, Depot LPG Filling Plant hingga Depot Penyaluran Pesawat Udara (DPPU) dengan waktu operasional selama 24 Jam.

Ditambahkan Ibnu, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan permintaan saat H plus setelah Lebaran, biasanya masyarakat pada berlibur di Bali.

"Kami sudah siap baik stok dan fasilitas," katanya menegaskan saat media gathering dan buka puasa bersama anak pondok pesantren di Denpasar Jumat 8 Juni 2018.

Di pihak lain, Pertamina juga mengantisipasi kemungkinan adanya pemudik mengalami kehabisan BBM di tengah kemacetan lalu lintas.

Langkah dilakukan seperti menyiapkan tiga armada motor yang membawa bahan bakar minyak dalam kemasan di tiga jalur mudik.

"Setiap kemasan berisi 10 liter dengan kapasitas satu armada motor mencapai 50 liter BBM kemasan," sebutnya.

Nantinya, ada tiga pemotor membawa BBM itu dikerahkan di jalur mudik sekitar Pelabuhan Gilimanuk, Terminal Mengwi, dan Singaraja.

Armada motor membawa BBM kemasan itu kami kerahkan dalam situasi parah atau apabila memang ada permintaan di tengah kemacetan

Ibnu mencontohkan, keberadaan pemotor yang membawa BBM kemasan itu sangat membantu pemudik yang mengalami kehabisan bahan bakar ketika terjadi kemacetan parah seperti yang terjadi saat mudik tahun lalu di pintu keluar tol Brebes, Jawa Tengah. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi