Momentum Ramadan, KAHMI Bali Terus Semai Nilai Keislaman dan Kebangsaan

Senin, 11 Juni 2018 : 06.04
DENPASAR- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali menegaskan akan terus menyemai dan mengawal nilai-nilai Keislaman dan kebangsaan sehingga kehadirannya bisa menjadi harapan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh senior KAHMI HM Taufik Asy'adi dalam buka bersama dengan puluhan anggota KAHMI dan anggota HMI di Denpasar Minggu (10/6/2018).

Menurut Taufik, jika menilik sejarah, HMI sebagai organisasi kepemudaan turut terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, kemudian salah satu pendiri HMI HM Lafran Pane kemudian dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

"Tentunya, sesuai cita-cita HMI benar-benar bisa menjadi harapan masyarakat Indonesia," ujar Taufik. 

Dalam mengimplementasikan peran-peran kesejarahan itulah, kader HMI akan turut mengawal perjalanan bangsa melaksanakan amanah konstitusi.

Dicontohkan, memasuki tahun politik 2018-2019, maka peran para alumni HMI diiharapkan bisa lebih nyata terlibat aktif  mewujudkan kehidupan berpolitik yang sehat sehingga demokrasi bisa berjalan dengan baik.

Momentum bulan Ramadan ini kata Taufik hendaknya juga menjadi refleksi akan sejarah kemerdekaan yang diproklamirkan juga pada bulan ramadan.

Dicontohkan, ketika Indonesia menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, hal itu perlu didorong sebagai bagian dari amanah konstitusi yakni melaksanakan ketertiban dunia. Ketertiban dunia itu akan tercapai manakala Indonesia bisa menunjukkan ketertiban kedamaian di dalam negeri.

"Ikut melaksanakan ketertiban dunia itu dimulai dari diri masyarakat sendiri dari keluarga," sambungnya.

Dia menambahkan, kemerdekaan Indonesia juga diraih berkat perjuangan para pendahulu baik lewat angkat senjata maupun lobi-lobi politik serta pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.

HMI sebagai organisasi kader, kata Taufik, memiliki tanggungjawab sejarah untuk menata bangsa dan negara ini dengan berkontribusi nyata dalam segala bidang termasuk bidang politik.

"Kita ingat HMI didirikan untuk menjaga keutuhan negara NKRI, sebagaimana ditunjukkan oleh Pak Lafran Pane," tandasnya.

Karenanya, HMI harus tetap menyemai nilai-nilai keislaman dan kebangsaan agar kehadirannya benar-benar bisa menjadi rahmatan lil alamin, memberi rahmat bagi alam atau bangsa.

"Marilah kita niatkan berbuat terbaik untuk bangsa dan negara ini dengan ikhlas karena itu semua akan dicatat oleh Allah," imbuhnya dalam buka puasa yang dihadiri Ketua dan Sekretaris KAHMI Majelis Daerah Denpasar, Badung, para persedium KAHMI dan anggota lainnya..

Dalam kesempatan itu, Koordinator Presidium KAHMI Bali, Hary Sumarno mengajak seluruh anggota KAHMI di Bali pada momentum ramadan terus meningkatkan ukuwah dan konsolidasi untuk melakukan kerja-kerja nyata bagi umat dan bangsa.

"KAHMI menjadi bagian dari perjalanan bangsa ini, kami akan terus berkontribusi nyata membangun daerah seperti pada tahun politik ini, banyak SDM anggota kami yang siap dan mampu berkiprah di bidang politik dan kemasyarakatan," katanya.

Keterpanggilan KAHMI untuk bersama-sama elemen masyarakat lainnya dalam membangun Bali ke depan menjadi lebih baik lagi juga menjadi bagian tanggungjawab sejarah HMI. (rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi