Masyarakat Dukung Pengungkapan Kasus Kematian Misterius Gek Candra di Karangasem

Senin, 04 Juni 2018 : 23.05
Kuasa hukum korban, Siti Sapura berorasi dalam aksi solidaritas untuk Gek Candra di Denpasar
DENPASAR - Upaya pihak keluarga Gek Candra seorang anak balita yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem agar kepolisian serius mengungkap kasus misterius tersebut terus menuai simpati masyarakat di Bali.

Perjuangan pasangan Wayan Surata Ardiawan (33) dan Komang Suryati (33) untuk mencari keadilan atas kematian sang putri, terus dilakukan dan mendapat pengawalan penuh kuasa hukum Siti Sapurah dkk.

Kuasa hukum keluarga korban, Sapura yang disapa Ipung mengungkapkan, berbagai pendekatan dan cara telah dilakukan untuk mendorong kepolisian bisa kembali membuka kasus tersebut.

Pihaknya menduga kuat kematian dialami Gek Candra tidak wajar bahkan ada dugaan menjadi korban pembunuhan. Karena itu, kepolisian harus mampu mengungkap kasus yang tak kalah tragisnya dengan kematian bocah Angeline yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.

"Perkembangan terbaru, kami dapatkan informasi dari kepolisian akan ada pemeriksaan ulang terhadap saksi-saksi," ujar Ipung dihubungi Senin (4/6/2018).

Ipung mengapresiasi langkah itu, seraya berharap polisi bisa mendalami keterangan saksi-saksi guna mengungkap kematian balita malang anak pasangan Ardiawan dan Suryati yang tinggal di Desa Iseh, Kecamatan Sidemen,

Keterangan saksi-saksi dan olah TKP maupun hasil autopsi diharapkan bisa menjadi modal penting bagi polisi untuk bisa mengungkap kasusnya dengan menyeret pelaku yang diduga menghabisi Gek Candra.

Ipung mengaku menggunakan berbagai cara untuk mengetuk kepedulian masyarakat dan memberi perhatian dan dukungan kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut. Baik lewat pertemuan, aksi-aksi kepedulian hingga media sosial dimanfaatkan Ipung untuk menyampaikan kepada publik bahwa ada kasus menyayat hati, balita tidak berdosa harus meregang nyawa secara tragis oleh tindakan kejam pelaku.

Masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan bagi pengungkapan kasus kematian Gek Candra
Aksi solidaritaspun digelar seperti terakhir saat Car Free Day Minggu 2 Juni 2018, yang dimanfaatkan Ipung dan keluarga Gek Candra untuk mengetuk perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

"Banyak masyarakat yang tidak tahu ada kasus besar tidak kalah tragis dengan Kasus Kematian Angeline yang hingga kini pelakunya belum terungkap," tegas aktivis peduli perempuan dan anak ini.

Tak sedikit masyarakat kaget setelah mendapat penjelasan perihal kematian Gek Candra kemudian menyatakan dukungan dan dorongan moral kepada perjuangan keluarga Gek Candra. Kedua orang tua korban, sudah pasang badan dan siap berjuang untuk mendapatkan keadilan hukum atas kematian buah hatinya pada 20 Januari 2015.

Puluhan warga ramai-ramai membubuhkan tanda tangan diatas kanvas sebagai bentuk dukungan bagi perjuangan orang tua Gek Candra dalam mengungkap kasus kematian secara misterius tersebut.

"Kami tidak ada maksud apa, semata memberikan dorongan kepada kepolisian untuk bisa mengungkap secara tuntas dugaan kasus pembunuhan ini," demikian Ipung. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi