Kerahkan 115 Personel, Basarnas Bali Tingkatkan Kesiapsiagaan di Beberapa Titik Rawan

Kamis, 07 Juni 2018 : 17.17
Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana memantau kesiapan jajarannya dalam meningkatkan kesiapsiagaan
JIMBARAN - Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan 115 personil guna mengantisipasi berbagai kemungkinan menyusul membludaknya arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018.

Turut disiagakan Alut (Alat Utama) berupa Kapal KN SAR Arjuna 229, Heli BO 105, RIB (Rigit Infatable Boat), Rescue Car, Rescue Truck dan peralatan SAR lainnya.

Guna mengetahui kesiapan petugas, dilaksanakan gelar pasukan dan pengecekan Alut serta perlatan SAR untuk memastikan kesiapsiagaan, bertempat di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran Kamis (7/6/2018).

Apel dipimpin langsung Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E.

Diketahui bahwa libur menjelang Hari Raya Idul Fitri yang telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yakni tehitung dari 11 Juni sampai dengan 20 Juni 2018, tentunya akan berakibat meningkatnya jumlah wisatawan lokal yang bekunjung ke Bali.

Bali dikenal sebagai Pulau seribu Pura ini merupakan destinasi pariwisata yang sangat diminati oleh wisatawan lokal.

Ardana mengungkapkan, sebagai sebagai perpanjangan tangan dari Basarnas, pihaknya tak hanya melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi arus mudik, akan tetapi juga memastikan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Bali.

"Itulah pola yang selalui kami temui setiap mendekati Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat yang keluar masuk Bali dengan moda transportasi udara maupun darat serta laut,” tegas Ardana.

Sebelum pengerahan pesonil dan Alut, Basarnas Bali telah bekoordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Celukan Bawang, serta Penyebrangan Serangan, Sanur, dan koordinasi dengan instansi tekait di Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai, Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kabupaten di Bali juga telah dilakukan,” imbuh Ardana.

Sesuai Rencana Operasi Siaga SAR Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 yang telah disusun, maka ditempatkan pos Siaga SAR di beberapa titik yang rawan terjadi kecelakaan, kondisi membahayakan manusia seperti di pelabuhan, bandara udara, terminal bis serta objek-objek wisata.

“Siaga SAR ini akan berlangsung selama 18 hari, dimulai dari 7 Juni hingga 24 Juni 2018,” tuturnya saat ditemui usai memimpin apel gelar pasukan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran.

Sebagai langkah untuk mengcover titik-titik rawan di Pulau Bali, maka ditempatkan pos Siaga SAR dengan personil dan dilengkapi Alut serta peralatan SAR di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Padangbai, Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai, dan Nusa Penida.

Tim yang begerak melakukan siaga SAR memantau pada beberapa lokasi yakni Terminal Mengwi, Terminal Ubung, objek wisata Pantai Sanur, Pantai Kuta, Tanjung Benoa dan Pantai Pandawa.

Diketahuim di Kantor Basarnas Bali disiagakan 4 tim rescue yang siap dikerahkan jika memang dibutuhkan untuk penanganan pencarian dan pertolongan, bersinegi dengan 3 Pos Pencarian dan Pertolongan yakni Jembrana, Karangasem dan Buleleng, juga 2 Pos Siaga SAR teletak di Nusa Penida dan rencannya di Tabanan,” jelasnya.

Dijelaskan Ardana, KN SAR Arjuna 229 siaga SAR di Pelabuhan Benoa untuk mempecepat pegerakan jika memang diperlukan, dan belanjut pada tanggal 11 Juni hingg 20 Juni 2018 akan lepas sandar dari Pelabuhan Benoa menuju Dermaga Aspal untuk antisipasi jalur pelayaran di sekitar Perairan Banyuwangi, begabung dengan tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya.

Siaga SAR Hari Raya Idul Fitri ini merupakan kegiatan yang sudah rutin Basarnas lakukan setiap tahunnya, khususnya dalam wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, tentunya kesapsiagaan dalam pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan harus terus ditingkatkan.

"SSehingga kehadiran Basarnas betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,” tutup Ardana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi