Jejak Ida Ketut Somya Sidanta, Seniman Kerawitan Cilik Karangasem

Jumat, 22 Juni 2018 : 00.30
Ida Ketut Somya Sidanta (dua dari kiri)
KARANGASEM- Kabupaten Karangasem memiliki seniman cilik bernama Ida Ketut Somya Sidanta, asal Dusun Buda Keling, Kecamatan Bebandem yang hampir menguasai berbagai jenis kesenian, terutama dari kesenian tabuh, dalang, tari-tarian.

Kemampuan Ida Ketut terlihat sejak kecil seperti dituturkan Jero Mekel Sumerta (Biang) ibu kandung Ida Ketut Somya dijumpai di kediaman Geria Tarumanis Dukuh Saren Kamis (21/6/2018), bakat kesenian Ida Ketut sudah muncul sejak berumur 5 tahunan.

Saat itu, Ida Ketut sudah bermain bersama beberapa alat instrumen gong yang memang ada di areal jeroan geria.

Selain bermain gambelan senang memainkan kayonan bekas (wayang kayonan yang rusak) untuk dimainkan layaknya seorang dalang.

Hal ini tidak mengherankan, karena ayahnya juga merupakan seorang tokoh seniman yang cukup dikenal di Bali yakni Ida Wayan Ngurah (alm) apalagi di wilayah karangasem sering ada yang menyebut dengan julukan,"caling widiya saba karangaseme ento,".

Namun, ketika akan mendapatkan ilmu bakat kesenian yang lebih melalui orang tuanya Ida Wayan Ngurah meninggal pada 4 juni lalu karena kanker otak.

Meskipun hal tersebut menimpa keberadaan Ida Ketut Somya dan Ibunya bukan berarti ida ketut putus asa dengan kesenian yang sampai saat ini ditekuni.

Saat ini, sekaa gender binaan almahum ayahnya akan dipertahnkan apalagi sudah sering melakukan perjalanan pentas, bahkan keluar daerah sampai ke jawa dan lombok.

Terlebihnya Ida Ketut Somya telah meraih penghargaan sebagai seniman kerawitan cilik yang diberikan oleh pemerintah kabupaten Karangasem lewat dinas kebudayaan yang diterima langsung dalam serangkaian acara HUT Kota Amlapura beberapa hari lalu.

Jero Sumerta menegaskan, selain gambelan dan pedalangan yang yang merupakan kesenian yang paling ditekuni, seiring waktu akan diarahkan ke seni tari karena ida ketut sudah setengah belajar mengenai tarian dasar barong yang sudah diajarkan oleh ayahnya.

Ida Ketut berharap akan meneruskan profesi almarhum orang tuanya sebagai seniman, terutama wayang dan gamelan gendernya.

Sementara Jero Mekel Sumerta menambahkan dengan keberadaan seniman ciliknya ia merasa sangat bersemangat.

Harapannya, kedepan supaya perhatian terhadap seniman masih tetap ada, karena tanpa seniman tidak mungkin ada penampilan seni yang bisa disaksikan oleh banyak orang untuk menyisakan kesan yang indah, karena meniru seni tidak segampang apa yang dibayangkan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi