Jajaran Lanal Denpasar Peringati Hari Lahir Pancasila

Jumat, 01 Juni 2018 : 21.34
DENPASAR- Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diikuti prajurit dan PNS Mako lANAL Denpasar.

Inspektur Upacara Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, dan sebagai Komandan Upacara Kapten Laut (P) Aria Bravita (Danunit Intel) di Lapangan Mako Lanal Denpasar, Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali, Jumat (1/8/2018).

Presiden Joko Widodo dalam amanat dibacakan Danlanal Denpasar menyampaikan Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita lndonesia, Kita Pancasila. Semua Anda lndonesia, semua Anda Pancasila. Saya lndonesia, saya Pancasila. 

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila Tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara.

Sehingga bisa membangun kesepakan bangsa. Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia  adalah keberagaman, takdir Tuhan untuk keberagaman.

Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman.dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Kebhinneka Tunggal Ika-an.

Presiden RI Joko Widodo mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. 

"Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus  menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan," ucapnya. 

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran.  Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional," jelasnya.

Mengakhiri amanatnya, Jokowi mengajak untuk menjaga perdamaian, menjaga persatuan, dan menjaga persaudaraan dengan saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Juga untuk saling bahu membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi