Dipicu Pemberitaan, Perseteruan Radar Bogor dan Kader PDI Perjuangan Berakhir Damai

Senin, 04 Juni 2018 : 10.30
Massa PDIP mendatangi kantor Radar Bogor/foto suara.com
JAKARTA- Perseteruan antara massa PDI Perjuangan dengan Radar Bogor yang dipicu pemberitaan tentang Megawai Soekarnoputri  akhirnya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah kekeluargaan alias damai.

Mabes Polri mendapat informasi dari Polres Kota Bogor terkait penggerudukan sejumlah simpatisan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) terhadap Kantor Radar Bogor di Jalan Abdullah Bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

"Informasi terakhir dari Polresta Bogor yang pertama tidak ada masalah pidana," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Senin (4/5/2018).

Ia menyebut Radar Bogor dan simpatisan PDI Perjuangan telah melakukan pertemuan. Pertemuan terkait pemberitaan Radar Bogor berjudul 'Ongkang-Ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta'.

"Sudah ada pertemuan. Mungkin dalam waktu dekat ada pertemuan lagi dari asosiasi dan lainnya akan ketemu. Tidak ada pidananya," ujar Setyo dilansir suara.com.

Dengan demikian, langkah selanjutnya kedua belah pihak dari hasil pertemuan Radar Bogor dan PDI Perjuangan sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan tanpa melalui langkah hukum.

Diketahui, ratusan kader dan simpatisan PDIP menggeruduk Kantor Redaksi Radar Bogor, sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu (30/5/2018).

Massa marah karena pemberitaan yang diterbitkan Radar Bogor pada pagi harinya dengan judul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta' dinilai telah menyudutkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Oleh beberapa kalangan, aksi massa PDIP itu dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap pers yang merupakan pilar keempat demokrasi. Insan pers di Bogor juga telah melakukan aksi solidaritas di depan Mapolresta Bogor Kota pada Sabtu (2/6/2018). (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi