Berantas Narkoba, BNNK Karangasem Kekurangan 61 Pegawai

Senin, 25 Juni 2018 : 00.00
AMLAPURA- Guna mendukung tugas dan peran fungsinya di jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem masih membutuhkan 70 orang pegawai

Ketua BNNK Karangasem AKBP I Nyoman Sebudi mengungkapkan hal itu usai menerima mobil dinas Ketua DPRD Karangasem Toyota Fortuner yang dipinjamkan ke BNNK.

Ketua BNNK Karangasem AKBP Nyoman Sebudi mengakui keberadaan BNNK Karangasem sekarang ini tengah dalam masa transisi. Karena itu masih minim anggaran dan juga personil.

Subudi menegaskan, pihaknya berupaya keras melakukan tugas tugas sesuai dengan diamanatkan UU. Salah satu yang sudah dilakukan adalah memberikan sosialisasi terkait bahaya Narkoba ke sekolah dan juga Desa Desa.

Terkait soal bentuan mobil menurut mantan Kapolsek Kuta ini statusnya adalah pinjaman. Nanti akan di tindak lanjuti dengan administrasi pinjam pakai antara Pemkab dengan BNNK. Dasarnya menurut pria jangkung ini adalah MoU Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dengan BNNK.

"Intinya, Pemkab Karangasem mendukung pencegahan dan predaran Narkoba di Karangasem. Pemda juga akan mendukung sarana dan prasaran yang di butuhkan termasuk juga personil," katanya.

Kendaraan ini menurut Sebudi akan dipergunakan untuk kendaran oprasional. Karena BNNK sendiri selama ini belum ada kendaraan oprasional.

Selain sarana prasaran yang masin minim, BNNK juga masih minim personil. Sekarang in, baru ada 9 orang ASN yang ada.

Padahal idealnya membutuhkan sekitar 70 pegawai. BNNK Karangasem ada tiga Kasi, yakni Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan.

Sebudi juga menjelaskan BNK itu beda dengan BNNK. Kalau BNNK sekarang ini adalah aparat penegak hukum yang punya penyidik dan bisa melakukan penangkapan.

Ini berbeda dengan BNK yang dijabat Wakil Bupati, saat itu hanya punya fungsi pencegahan dan sosialisasi. Sementara sekarang sudah bisa melakukan penegakan hukum atau melaksanakan upaya paksa.

Salah satu gebrakan yang sudah dilakukan adalah dengan tes urine kepada sopir truk beberapa waktu lalu di Dusun Kaang Kaang, Culik, Karangasem. saat itu semua truk dihentikan dan sopirnya dicek urin.

Hanya saja saat itu belum ada ditemukan yang positif mengkomsumi Narkoba. Kedepanya razia seperti ini akan terus dilakukan. Bahkan razia juga akan dilakukan kepada OPD di Karangasem. karena pihaknya ingin agar ASN di Karangasem bersih dari Narkoba.

“Bagimana memberikan pelayanan yang baik kalau diantara mereka ada pengguna Narkoba,” bebernya .

Kedepan tes urine akan dilakukan secara mendadak. Selaian itu dirinya juga tenah memberikan pemahaman kepada para pecandu sebaiknya melapor kalau menggunakan Narkoba. Karena dengan melapor tidak akan di penjarakan namun akan dibantu melakukan rehab.

Diakui, kalau waktu ini ada seorang perbekal yang melaporkan kalau ada warganya yang sakau. Saat itu pihak BNNK langsung memberikan masukan untuk menbawa yang bersangkutan ke RSU Amlapura untuk mendapat penanganan.

Dari sana kalau memamng di butuhkan perawatan yang lebih maka akan di rekomendasikan untuk di rehab. Keberadaan BNNK di Karangasem juga karena permohonan Bupati Karangasem. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi