Bank Indonesia Apresiasi Langkah Tabanan Berlakukan Parkir Elektronik

Jumat, 29 Juni 2018 : 00.26
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Causa Iman Karana dan Kepala Departemen Elektrobifikasi dan Gerbang Pembayaran BI Bali Pungky Ariwibowo saat peresmpian e-parking
TABANAN- Bank Indonesia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tabanan Bali yang  mulai memberlakukan sistem parkir secara elektronik.

Rencananya, sejumlah kawasan di daerah hingga kecamatan meliputi parkir tepi jalan umum dan pelataran parkir daerah akan menggunakan uang elektronik multibank.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana menyatakan implementasi parkir elektronik itu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat pengguna jasa parkir dan pemerintah.

"Masyarakat akan merasakan manfaat parkir elektronik itu diantaranya ada kejelasan bukti pembayaran, tarif yang jelas, dan jumlah yang dibayar akurat sesuai dengan tarif resmi serta transaksi juga lebih praktis dan nyaman," tutur Iman saat menghadiri peresmian parkir elektronik di Tabanan, Kamis. (28/6/2018)

Bagi pemerintah, parkir elektronik akan menurunkan risiko kebocoran retribusi karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia.

Demikian juga, risiko kesalahan penghitungan penerimaan dan pengembalian, risiko penerimaan uang palsu dan keamanan.

"Ini akan menjadi contoh khususnya di kawasan timur Indonesia untuk dapat mempelajari dan mengikutinya," sambungnya..

Dalam kesempatan itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan, upaya ini hendak menjadikan Tabanan pelopor penerapan parkir elektronik di Bali dan Nusa Tenggara.

Kata Eka, pemberlakuan parkir elektronik yang pertama kali dan menjadi satu-satunya di luar Pulau Jawa itu dipusatkan di kawasan parkir jalan umum di Jalan Gunung Batur, Tabanan.

Adapun, uang elektronik multibank itu yakni e-money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank BNI, Brizzi dari Bank BRI, Flazz dari BCA, e-money Blink dari BTN, dan e-money BPD dari Bank BPD Bali.

Ia mengungkapkan, langkah nyata itu merupakan upaya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan dalam pelayanan publik khususnya menyangkut penerimaan daerah dari retribusi parkir.

Parkir elektronik juga untuk mendukung Bank Indonesia dalam gerakan nasional nontunai sehingga masyarakat diharapkan semakin terbiasa dengan sistem pembayaran otomatis tanpa tunai itu.

Pada kesempatan itu, Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Pungky Purnomo Wibowo yang turut hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi inisiatif Pemkab Tabanan dalam mewujudkan parkir elektronik.

Pihaknya mendorong langkah tersebut juga memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan hal serupa sehingga ada transparansi, efisiensi dan pencatatan keuangan yang optimal karena dilakukan secara elektronifikasi.

Kata dia, sSaat ini, transaksi pembayaran parkir di tepi jalan atau pelataran di Tanah Air belum optimal didukung dengan penetrasi nontunai.?

Padahal, nilai pasar bisnis transaksi parkir dengan tarif yang berlaku saat ini dapat mencapai Rp12-14 triliun per tahun sehingga potensi itu perlu didukung dengan layanan keuangan yang baik.

"Diharapkan peluang kebocoran pendapatan daerah dan juga biaya pengelolaan uang rupiah dapat diminimalkan," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi