Terus Kritik Jokowi, Ngabalin Minta PA 212 Protes ke Amin Rais

Kamis, 31 Mei 2018 : 05.24
Amin Rais (kanan) saat menghadiri Munas Partai Golkar di Bali/dok.kabarnusa
JAKARTA- Lantaran terus mengkritik Presiden Jokowi, para pengurus dan pendukung Persaudaraan Alumni 212 diminta untuk melayangkan protes kepada Ketua Dewan Pembina Amien Rais.Ketua Dewan Pembina Amien Rais.

Permintaan itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

Menurutnya, Amien yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu telah memberikan dampak buruk bagi PA 212.

"Saya mengimbau, saya menyarankan, saya menasihati diriku dan semua yang merasa memiliki organisasi Persaudaraan 212 segera mengajukan nota protes, kepada Ketua Dewan Pembina Persaudaraan 212 (Amien) untuk segera diberhentikan dan jangan merusak organisasi itu," ujar Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018) malam.

Ngabalin mengatakan, Amin kerap melancarkan kritik yang tidak pantas terhadap Presiden Joko Widodo, tanpa mengingat posisinya sebagai ketua dewan pembina PA 212.

"Sejak awal saya dukung persaudaraan 212, tapi kalau begini caranya, biar umat Islam dan rakyat yang menilai. Jangan pakai kepentingan politik praktis seperti Persaudaraan 212," katanya dilansir suara.com.

Ia mengatakan, saat organisasi eks pendemo Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berubah nama dari Presidium 212 menjadi PA 212, Ngabalin turut dalam diskusi tersebut.

Kata politikus Partai Golkar ini, PA 212 bukan partai politik, sehingga tidak pantas digunakan untuk keperluan politik.

"Tidak boleh organisasi itu dipakai untuk kepentingan politik, kepentingan sesaat, kepentingan birahi, kekuasaan politik siapa pun, termasuk kepada Ketua Dewan Pembina Pak Amien Rais," tukasnya.

Dia menegaskan, Jokowi masih Presiden RI ke-7. Sehingga ia mengajak semua pihak untuk menghormati Kepala Negara.

"Kecuali setelah 2 Agustus menjadi kandidat, menjadi capres, anda boleh gunakan cara apa pun. Tapi wajahmu, lisanmu, adalah bentuk daripada karakter dan toto kromo kalau kata orang Jawa," tuturnya.

Untuk itu, dia ingin mengatakan, sebagai tokoh, sebagai generasi, sebagai guru bangsa, bertuturlah dengan baik.

"Tempatkanlah suatu etika dan moral dalam berpolitik untuk diberikan pendidikan ke generasi yang akan datang," demikian Ngabalin. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi