Teror Bom Gereja Surabaya, KPI Ingatkan Media Penyiaran Patuhi P3SPS

Minggu, 13 Mei 2018 : 16.05
JAKARTA-  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau pada lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012 khususnya dalam menyikapi peristiwa pengeboman gereja di Surabaya Jawa Timur.

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis menjelaskan, dalam Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah.

Juga larangan menayangkan, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan.

"KPI mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang," tegas Darwis dalam rilis Minggu (13/5/2018).

Lembaga penyiaran punya kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip2 jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada.

Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pihaknya mengingatkan pula, televisi dan radio harus menjadi perekat sosial antar masyarakat, untuk menjaga situasi lebih kondusif. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi