MUI Tabanan Kecam dan Kutuk Pelaku Teror Bom Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 : 23.45
Ketua Harian MUI Kabupaten Tabanan H.Anwar Haryono (memakai peci) saat diskusi sebelum FKUB Tabanan melakukan Deklarasi bersama di warung Be Jawa, Tabanan
TABANAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tabanan mengecam dan mengutk keras teror bom Surabaya, serta pihak yang di belakang peristiwa tersebut.

"Siapa pun mereka dan apa pun latar belakangnya, kami mengecam dan mengutuk keras pelaku teror bom di Surabaya," ungkap H. Anwar Haryono, Ketua Harian MUI Kabupaten Tabanan di sela-sela diskusi dengan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan sebelum deklarasi bersam di Warung Be Jawa, Tabanan, Senin (14/5/2018) malam.

Anwar Haryono yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tabanan ini menuturkan, tindakan terorisme bukanlah ajaran Islam, karena Islam mengajarkan untuk menghargai nyawa manusia.

"..barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.." katanya mengutip terjemahan Al Quran surat Al Maidah ayat 32

Terkai peristiwa teror bom di Surabaya, pihaknya meminta  semua pihak tidak mengkait-kaitkan kejadian tersebut dengan pihak tertentu, terutama umat Islam, karena sejatinya terorisme bukanlah bagian dari ajaran Islam.

"Kalau pun itu dilakukan oleh orang yang beragama Islam, maka itu adalah oknum yang sudah menyimpang dan keluar dari ajaran Islam," tegasnya

Anwar Haryono juga mengharapakan  peran FKUB Kabupaten Tabanan bisa maksimal untuk meredam hasutan-hasutan yang disebar oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menggunakan peristiwa teror bom tersebut untuk memecah belah umat antar agama, untuk meruntuhkan persatuan dan kesatuan yang telah terbina baik di Kabupaten Tabanan khususnya, dan di Bali pada umumnya.

Disebutkan, MUI Kabupaten Tabanan juga meminta kepada pihak Polres Tabanan dan Kodim Tabanan, dengan segenap jajaran intelijennya, agar semakin merapatkan barisan dengan berbagai pihak (ormas, banjar, pecalang, dsb) untuk saling memberi informasi dan meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan tertentu yang mencurigakan.

"Bila memungkinkan, kami juga meminta pihak keamanan dan pemerintah, membentuk Desk Anti Teror Kabupaten Tabanan, sebagai pusat informasi dan pusat koordinasi dari berbagai pihak yang mempunyai informasi tentang hal-hal yang berpotensi mengancam keamanan Tabanan," katanya

Menurut Anwar Haryono, MUI Tabanan akan meminta kepada para ulama, ustadz dan dai  di Kabupaten Tabanan, untuk merangkul seluruh umat Islam yang ada di wilayahnya masing-masing.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi adanya penyusup-penyusup yang sengaja masuk ke dalam komunitas-komunitas Muslim dan ingin merusak nama baik umat Islam di Tabanan khusunya dengan faham-faham Radikalisme dan Terorisme.

"Kami juga siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga agar Tabanan tetap aman dan kondusif," pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi