Media dan Masyarakat Berperan Penting Sehatkan Dunia Maya dan Nyata

Sabtu, 05 Mei 2018 : 18.33
Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kemenkominfo R Niken Widiastuti
JAKARTA - Persoalan besar dihadapi bangsa saat ini dangan membanjirnya hoaks atau fake news dan informasi bohong lainnya yang menuntut media dan masyarakat untuk menyehatkan dunia maya dan dunia nyata.

Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti menegaskan hal itu dalam Trusted Media Summit 2018 di Gran Melia  Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Negara-negara di dunia menghadapi hal sama dalam  komunikasi  yakni adanya sebaran hoaks atau fakenews.

Demikian besarnya hoaks menyebar karena berdasar data sekira 50 persen masyarat di Indonesia terhubung Internet. Tidak semua masyarakat  menggunakan Internet untuk hal positif. Tidak sedikit yang memakainya untuk hal  negatif termasuk menyebarluaskan hoaks.

Niken melanjutkan,  pengaruh hoks,  konten negatif hingga fakenews di masyarakat demikian besar.  Pengguna media sosial banyak  memproduksi hoaks menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa  bernegara.

Tak jarang antar kelompok masyarakat terlibat ketegangan dan konfik akibat penyebaran hoaks tanpa adanya verifikasi. Hoaks telah memanipulasi alam pikiran sehat menjadi negatif penuh dengan rasa permusuhan,  ketidakpercayaan diantara mereka.

"Jika dilhat cerewet di medsos seperti  twitter cukup banyak namun masyarakat  kita dalam hal minat baca sangat rendah, " ucapnya dalam acara yang dihadiri ratusan jurnalis,  pegiat medsos dan komunitas  lainnya.

Kondisi ini melahirkan masyarakat banyak yang tidak tahu kebenaran atau informasi yang masuk dalam gadget tanpa melakukan  verifikasi kemudian menyebarkannya lewat media sosial.

Lebih jauh,  dia menyatakan,  pola komunikasi yang terjadi saat ini,  tak lebih dari 10 persen sebagai  produsen informasi, sisanya atau 90 persen itu lebih banyak tanpa dibayar  tanpa paksaan mereka  menyebarkan informasi lewat perangkat gawainya.

"Kalau semua begitu, kemundian isi berita  berisi kebencian, permusuhan,  terorisme dan seterusnya,  lantas apa yang akan terjadi sementara masyarakat belum banyak terliterasi dengan baik, " katanya  mengingatkan.

Hal itulah yang kemudian kerap dipakai  senjata oleh pihak-pihak tertentu untik menyebarkan informasi hoaks,  faks news  dan lainnya.

"Marilah kita membuat sehat dunia maya dan dunia nyata  dengan berita - berita yang membangun optimisme,  pluralisme,  kedamaian, persatuan  sehingga masyarakat kita tidak hanya sehat di dunia maya namun juga sehat di dunia nyata.," katanya menegaskan.

Ia menekankan pentingnya membuat platform bersama untuk membangun kepercayaan publik tidak  hanya kalangan  jurnalis,  madia namun  juga elemen masyarakat  lainnya.

Bertepatan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Internews dan Google News Initiative berkolaborasi untuk menyelenggarakan Trusted Media Summit 2018 yang akan digelar pada tanggal 5-6 Mei 2018 di Gran Melia Hotel, Jakarta. (rhm) 

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi