Kemensos Kirim Tim Psikososial Bantu Korban Bom Gereja di Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 : 07.40
JAKARTA- Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan telah menerjunkan personel gabungan membantu para korban bom bunuh diri di tiga Gereja Surabaya Jawa Timur pada Minggu 13 Mei 2018

Idrus menyebutkan, terdiri tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 25 orang, Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 30 orang ditambah Tenaga Pelopor Perdamaian, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Surabaya untuk membantu para korban.

Pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya pengeboman pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

"Kejadian ini menggoreskan luka bagi seluruh warga Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Sosial mengambil langkah-langkah cepat dengan fokus utama menangangi para korban sebaik-baiknya," papar Mensos.

Tim Kementerian Sosial ini, lanjut Mensos, adalah bentuk kehadiran negara memberikan pendampingan dan perhatian kepada para korban, serta guna memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan mereka tertangani dan terpenuhi dengan baik.

"Ini adalah tanggung jawab negara. Dengan adanya tim LDP diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan menghapus trauma korban dan keluarga korban secara perlahan-lahan. Kami akan berupaya sebaik mungkin menangani korban dan keluarganya," katanya.

Korban bencana sosial biasanya merasa takut, cemas dan was-was. Mereka juga tidak mau ditinggal sendiri dan mudah curiga pada orang lain.

Oleh karena itu Tim LDP harus menggunakan seragam sebagai identitas agar mudah dikenali dan memberikan rasa percaya terhadap korban.

"Kepada tim Kementerian Sosial di Surabaya secara tegas telah saya sampaikan agar pastikan terus dekat dengan mereka. Penuhi kebutuhannya. Jadilah pendengar yang baik. Biarkan mereka ekspresikan perasaannya karena itu salah satu upaya mental katarsis untuk penyembuhan mereka dari kejadian traumati,", tukasnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi