Jelang Galungan, Masyarakat Diminta Cek Kesehatan Hewan Peliharaan

Selasa, 22 Mei 2018 : 19.19
DENPASAR- Pelaksanaan Hari Suci Galunga dan Kuningan di Bali memiliki keunikan seperti tradisi 'Nampah' atau memotong hewan sehari sebelum pelaksanaan Hari Suci Galungan atau dikenal penampahan Galungan.

Dinas Pertanian dan UPT. Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar turut menghimbau masyarakat agar memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra menjelaskan, sesuai himbauwan dan surat edaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali No. 524/10711/KKTP/ Disnakeswan telah mengamanatkan agar  seluruh masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Suci Galungan.

Pengecekan hewan sebelum disembelih  oleh dokter hewan berwenang di Kabupaten/Kota. 

"Semua pihak agar selalu meningkatkan kordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan," jelasnya.

Kepala UPT. RPH Kota Denpasar, I Gede Nyoman Wiratanaya menjelaskan bahwa RPH Kota Denpasar dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih.

Dengan begitu, hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

 Wiratanaya menambahkan, dengan pemeriksaan secara rutin terhadapi higien dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem)maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem).

"Hal ini tidak lain adalah untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin  masyarakat dalam mengkonsumsi  pangan asal hewan (PAH),  khususnyadaging babi yang  sehat, aman dan utuh." ungkapnya.

Dalam rangka menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, pihaknya turut menyiagakan 14 orang tenaga pemotong hewan yang terlatih dan berpengalaman.

Selain itu, turut disiagakan 5 orang tenaga dokter  yang menangani pemeriksaan antemortem (hewan sebelum disembelih) dan 4 orang tenaga dokter hewan yang melaksanakan pengecekan postmortem (hewan setelah disembelih). (gek)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi