Inilah Rekam Jejak Perjuangan Koster Bagi Pembangunan Bali

Jumat, 11 Mei 2018 : 17.50
Cagub Bali I Wayan Koster
KLUNGKUNG- I Wayan Koster sebagai calon Gubernur Bali memiliki rekam jelas sebagaimana bisa dilihat dari jejak nyata prestasi dalam membangun Bali.

Sebagai anggota DPR RI yang hanya memiliki kewenangan legislasi, kontrol dan penganggaran untuk eksekutif, calon Gubernur Bali nomor urut 1 itu berhasil berbuat untuk Bali.

Tak hanya untuk satu wilayah tertentu saja, seperti Kota Denpasar misalnya, Koster banyak meninggalkan jejak pembangunan yang bisa dibuktikan dengan nyata.

Ya, sebagai anggota DPR RI ia mengakses anggaran ke pihak terkait di Jakarta untuk membangun tanah kelahirannya.

Wantilan untuk desa adat misalnya, sudah 300 unit dibangun di seluruh Bali. Beberapa di antaranya Anda bisa lacak berada di Kota Denpasar.

Selain wantilan, sejumlah pura, gong dan gamelan, infrastruktur jalan, sekolah, beasiswa dan BIDIK MISI (Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi), universitas negeri seperti Akademi Komunitas, balai serbaguna, gedung olahraga dan sejumlah bukti nyata lainnya.

Hal itu diungkapkan Koster di hadapan ratusan warga Desa Pakraman Jumpai, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Rabu (9/5/2018).

“Wantilan, pura, gong, gamelan, jalan, sekolah, beasiawa dan BIDIK MISI, universitas negeri, hotmix jalan, balai serbaguna, gedung olahraga dan lainnya.

Di Klungkung banyak. Di Nusa Penida SMP Negeri, SMK Negeri, pura, bantua siswa miskin yang sudah saya bangun dan perjuangkan bantuan pendanannya.

Itulah mengapa pentingnya satu jalur pemerintahan mulai pusat, provinsi hingga kabupaten/kota di Bali.

“Kalau tidak satu jalur, tetap jalan pemerintahannya. Tapi susah nyari uang di pusat. Pas-pasan saja,” katanya menegaskan.

Satu jalur pemerintahan akan memdahkan berkoordinasi dan mencarikan anggaran pembangunan. Kalau pemimpin Bali ke depan satu jalur dengan pusat dan kabupaten/kota, Koster menjelaskan akan mudah mencarikan anggaran pembangunan.

Sebut saja anggaran seperti sinergi kesehatan, pertanian, pendidikan, pembangunan pura, wantilan, pengadaan perangkat gamelan dan gong, hotmix jalan desa dan lain sebagainya.

“Itulah mengapa pentingnya satu jalur pemerintahan, agar bisa mempercepat pembangunan, khususnya di Klungkung ini dalam berbagai sektor,” demikian Koster. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi