Dua Pejabat Bank BUMN Dilirik untuk Benahi BPD Bali

Selasa, 22 Mei 2018 : 07.02
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Hizbullah
DENPASAR- Dua orang pejabat bank BUMN telah dilirik oleh para pemegang saham untuk bisa mendandani manajemen Bank BPD Bali.

Diliriknya dua pejabat bank BUMN itu, dibenarkan Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di sela buka puasa bersama Senin (21/5/2018).

Posisi dua direktur yang lowong, dari informasi didapat, sudah dilakukan penjajagan di bank BUMN cukup besar. Untuk posisi Direktur Utama dan Direktur Kredit , masih proses penjajagan ke Bank lain oleh pemegang saham.

“Sekarang masih nyari nego, tidak mungkin nyari dari luar BUMN, saya enggak tahu lagi negonya, yang jelas dari bank besar dan itu putra daerah,” ungkapnya.

Disinggung bagaimana kreteria sosok direktur yang diharapkan bisa membawa kemajuan BPD Bali, kata Hizbullah calon mesti memiliki integritas paling utama tidak tercela. Dengan kata lain, jika ada catatan integritas pasti tidak akan lolos

“Pokoknya kita tak mencampuri, silahkan pemegang saham yang melakukan perekrutan, intinya kita memberikan rambu rambu calon yang mesti ditetapkan,” tukasnya.

Diketahui, masih ada polemik dan tarik menarik dalam pemilihan Direktur BPD Bali terkait figur-figur yang akan menduduki posisi penting di bank milik pemerintah daerah itu.

Hizbullah menjelaskan, OJK telah melakukan fit and proper test terhadap tiga calon Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali yang hasilnya akan disampaikan dalam waktu dekat.

Ketiga nama yang telah dikirim BPD Bali ke OJK, yakni I Nyoman Sudarma sebagai calon Direktur Kredit, Ida Bagus Gede Setia Yasa sebagai calon Direktur Operasional dan I Wayan Sutela Negara sebagai calon Direktur Bisnis Non Kredit (BNK).

"Sesuai kewenangan kami sebatas itu saja, sedangkan dua pejabat lagi nanti pemegang saham yang melakukan perekrutan," sambungnya.

Diharapkan, dalam semester ini, ketiga nama calon direktur yang sudah disetorkan akan ditetapkan. Untuk posisi Direktur Utama dan Direktur Kredit saat ini, masih proses penjajagan ke Bank lain oleh pemegang saham.

Diakuinya, berlarut-larutnya perekrutan calon Direktur BPD Bali kata Hizbulah karena faktor umur yang menjadi penyebab.

“Mencari direktur putra bali yang memeliki umur di bawah 55 tahun sangat sulit, karena rata -rata mencari calon yang merupakan nakoda Bank mesti pintar dan berpengalaman, nah biasanya figur ini ada di level 55 keatas,” tuturnya.

Sempat terjadi perdebatan dan berjalan alot setelah sebelumnya AD/ART dirubah dari pemegang saham. (rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi