2018, Saat yang Tepat Berinvestasi di Bali

Kamis, 17 Mei 2018 : 20.52
Investasi bidang properti yang diprediksi kembali menggeliat di Bali 
MENARIKNYA Bali sebagai sebuah lokasi investasi memang bukan isapan jempol semata. Hal itu bisa dibuktikan dari beberapa data berikut : Dari data Bank Indonesia kita bisa melihat bahwa jumlah modal kerja yang terdapat di Bali selama Januari – Februari 2018 meningkat 6%. 

Sedangkan  pinjaman yang digunakan masyarakat di Bali juga mengalami peningkatan sebesar 6%. Wajar jika pada akhirnya hal itu berpengaruh pada peningkatan simpanan baik tabungan yang naik sebesar 7% dan simpanan berjangka naik sekitar 6%.

Sehingga wajar jika pada akhirnya beberapa pengembang mencoba melihat potensi yang ada di Bali dengan meningkatkan keuntungan perusahaan dengan mengembangkan proyek-proyek yang memiliki nilai komersial tinggi. Salah satunya adalah PT.Waskita Karya Realty. Perusahaan BUMN yang awalnya  perusahaan dalam bidang konstruksi, kini mulai merambah dunia properti.

Setelah berhasil di wilayah Jawa, perusahaan mencoba mengembangkan proyeknya ke Bali dengan nama Vasaka Denpasar, sebuah hunian berkonsep Landed House yang berada di kawasan Tohpati Denpasar Bali.

Proyeknya yang mengusung konsep bangunan moderen tropis tanpa menghilangkan unsure tradisi ini, menghabiskan investasi  hingga Rp1,3 triliun dengan 300 unit yang terdiri dari 5  cluster di lahan seluas 12 Ha.

Kenapa berbentuk hunian berkonsep landed house, hal itu sesuai dengan tren yang terjadi di Bali saat ini. Dimana Pada awal 2017, harga tanah per meter persegi berada di angka Rp12,42 juta.

Banderol ini tidak mengalami kenaikan atau penurunan pada kuartal dua. Akan tetapi, di kuartal ketiga, harga pasaran dikoreksi positif menjadi Rp12,5 juta per meter persegi.Angka ini diharapkan mengalami peningkatan di pengujung 2017, sehubungan dengan tingginya jumlah turis yang memutuskan berlibur di musim liburan sekolah, natal dan tahun baru.

Tingginya jumlah pendatang dari turis asing maupun lokal menjadi faktor utama yang mendorong denyut properti di Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan September 2017 mencapai 550.520 kunjungan, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak 550.238 kunjungan, dan yang melalui pelabuhan laut sebesar 282 kunjungan dengan jumlah wisman ke Bali pada bulan September 2017 naik sebesar 23,51 persen dibandingkan dengan catatan bulan September 2016.

Sementara potensi bisnis perumahan di Bali, saat ini harga harga rumah tidak terjangkau untuk kelangan menengah ke bawah. Pasalnya, rumah dengan luas tanah 100 meter dipasarkan mulai Rp1 miliar hingga Rp4 miliar, tergantung pada lokasi dan konsep bangunan yang diusung.

Investasi properti di Bali adalah ide bagus untuk menambah pasive income. Banyak investor yang menjadikan Bali sebagai sasaran untuk mengembangkan bisnis properti. Faktor utamanya adalah karena tingginya minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara mengunjungi pulau yang berjuluk Pulau Seribu Pura ini.

Sebagai Ibukota Provinsi, Denpasar memiliki potensi untuk berinvestasi yang tinggi. Dari dasar itulah hingga pada akhirnya PT. Waskita Karya Realty mengembangkan Vasaka Denpasar sebagai kawasan perumahan elit yang dilengkapi berbagai fasilitas mewah bagi investor berkelas. Diantaranya terdapat club house disetiap cluster, mall, ruang terbuka dan multy family housing.

Oleh: Achmad Fachrezzy, pengamat bisnis


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi