Triwulan Pertama Sektor Usaha di Bali Alami Pertumbuhan Positif

Selasa, 24 April 2018 : 00.47
ilustrasi
DENPASAR- Sejumlah sektor usaha mengalami pertumbuhan positif memasuki Triwulan pertama tahun ini sebagai dampak membaiknya ekonomi menyusul kian kondusifnya aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem

Dari catatan Bank Indonesia menyebutkan sektor-sektor  usaha di Bali mulai tumbuh positif pada triwulan pertama 2018 karena didorong membaiknya kondisi ekonomi setelah aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan mengungkapkan, kondisi ini searah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali triwulan pertama ini yang diperkirakan mengalami akselerasi dibandingkan triwulan IV tahun 2017.

Diketahui, hasil survei kinerja dunia usaha, sektor yang tumbuh pulih yakni pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan kemudian industri pengolahan, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran.

"Selain itu sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan," sebut Azka dalam rilis Senin 23 April 2018.

Sektor bangunan misalnya dari minus 4,91 persen menjadi 2,45 persen serta keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dari 3,40 persen menjadi 5,37 persen.

Demikian juga sektor lainnya itu dari sebelumnya minus dalam, berdasarkan survei triwulan pertama tahun ini meski masih dalam persentase minus namun terjadi peningkatan kinerja atau perbaikan.

Azka menambahkan, pada sektor perdagangan, hotel dan restoran dari minus 8,75 persen menjadi minus 0,79 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami perbaikan dari minus 5,74 persen menjadi minus 0,59 persen.

Dikatakan, pulihnya kinerja dunia usaha juga terindikasi dari membaiknya kondisi likuiditas dan kemampuan perusahaan mencetak laba yang membaik.

Selama tiga bulan terakhir likuiditas dari 5,47 persen naik menjadi 46,88 persen dan kemampuan perusahaan mencetak laba hampir 10 poin menjadi 48,44 persen. Sementara, bank sentral itu mencatat sektor lain seperti listrik, air bersih dan gas mengalami penurunan pada triwulan pertama ini.

"Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian stabil pada level minus 0,83 persen," sambungnya.

Jumlah responden mencapai 134 peserta yang tersebar di seluruh Bali diterjunkan pada Survei kegiatan usaha merupakan survei yang dilakukan BI secara triwulanan

Lewat laman BI dilakukan pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner baik konvensional maupun langsung dalam jaringan BI. (rhm)




Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi