Teladani Semangat Kartini, Selly Mantra Ingin Perempuan Bali Lebih Mandiri

Kamis, 19 April 2018 : 21.21
 Ida Ayu Selly Mantra
DENPASAR- Istri calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra mengajak kaum perempuan meneladani Kartini, pahlawan emanisipasi Indonesia, bagaimana mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri.

Sukses para kandidat yang bertarung di Pilgub Bali 2018, tidak terlepas sosok pendamping masing-masing pasangan calon. Demikian halnya dengan calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Rai Mantra,
merasakan peran pentingnya Sang Istri.

Hal itu terlhat saat masa kampanye Pilgub Bali 2018, Selly Mantra tetap semangat mendampingi Rai Mantra, bertemu warga. Bersama tim, Selley juga kreatif menciptakan momen hingga turun langsung mengetuk hati pemilih.
Terlepas dari posisinya sebagai istri calon gubernur, bagi Selly Mantra, perempuan sesungguhnya memiliki peran penting dalam mendorong suksesnya pembangunan.

Karena itu selama mendampingi Rai Mantra, ia aktif bergerak melalui sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan. Terlebih, dia aktif di berbagai organisasi, sebagai Ketua Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dalam kurun 2010 hingga 2017.

Tak kurang dia melakukan 833 kunjungan ke Posyandu, rumah-rumah lansia, dan kaum berkebutuhan khusus di wilayah Kota Denpasar. 

“Di hari kerja, dalam sehari kami bisa mengunjungi tiga sampai empat lokasi. Jadi, kalau dirata-ratakan, setiap harinya kami melakukan sebanyak dua kunjungan,” paparnya di sela Sarasehan Wanita Bali Bicara (Dalam Teks dan Konteks) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Diskusi Dipa Bhawana Universitas Hindu Denpasar, Kamis (19/4/2018).

Di luar aktivitas rutin, Selly melakukan sejumlah terobosan seperti menerbitkan album lagu bagi kaum tuna netra, film televisi mengangkat kisah nyata seorang penyandang tuna rungu, hingga menerbitkan novel karya anak tuna daksa.

Selain itu, mendirikan Pusat Layanan Autis (PLA) dan memfasilitasi pendirian Rumah Berdaya sebagai tempat pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa  (ODGJ). Saat ini, bahkan sudah ada 17 Posyandu Paripurna di Kota Denpasar.

“Semua itu kami maksudkan untuk memberdayakan mereka yang lemah, agar menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan dapat berperan serta dalam pembangunan,” katanya menegaskan.

Baginya, perempuan memiliki peran penting, tidak saja dalam gerak peradaban namun juga dalam konteks pembangunan. Kesungguhan dan inovasi yang dilakukan bertahun-tahun itu pun, berbuah manis.

Belasan penghargaan tingkat nasional dianugerahkan kepada pemerintah Kota Denpasar, berkat pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Ia pernah menjadi juara I Nasional Kader PKK pada Lomba Posyandu Tumbuh Aktif Tanggap (TAT), Juara 2 Nasional Kelompok dalam Lomba Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap), Anugerah Parahita Ekapraya (APE), dan masih banyak lagi.

Berkaitan emansipasi, Selly mengatakan, semangat yang digaungkan Raden Ajeng Kartini adalah semangat pemberdayaan perempuan agar mereka berani memilih dan menjalani pilihan dengan sebaik-baiknya.

"Jadi, bukan untuk menang-menangan dengan kaum laki-laki," sambungnya..

Secara alamiah perempuan memiliki peran penting dalam gerak peradaban. Tak ada kemajuan berkesinambungan tanpa menempatkan perempuan pada poros utamanya.

“Tanpa perempuan yang berdaya dan berjiwa mulia, kemajuan suatu kaum hanya semu belaka,” demikian Selly. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi