Program Pariwisata Dirancang Koster Diyakini Menarik Wisman ke Jembrana

Rabu, 18 April 2018 : 00.00
Cagub Wayan Koster di Jembrana
JEMBRANA-  Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Made Kembang Hartawan menegaskan meskipun berada di ujung barat Pulau Bali, Kabupaten Jembrana bukan tanpa potensi pariwisata.

Kata dia, ada sejumlah destinasi wisata yang bisa dikembangkan di Bumi Mekepung itu. Salah satunya adalah tradisi Mekepung.

"Kita kaya potensi alam tradisi dan adat budaya," tutur Kembang, di Bale Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa (17/4/2018).

Ia percaya, Koster melalui program prioritasnya, ketika memimpin Bali kelak, pasti akan memikirkan potensi pariwisata Kabupaten Jembrana.

Program Koster yang dibalut konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, juga diyakini Kembali, akan mampu mendatangkan wisatawan ke Jembrana.

"Kita yakin nanti akan banyak turis datang ke sini," ujar Kembang.

Wayan Koster sendiri, sudah memikirkan hal itu dengan matang. Salah satunya, dengan memberdayakan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali seluas seribu hektar lebih di Kabupaten Jembrana.

Koster ingin lahan itu dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jembrana. Salah satunya adalah melalui pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi.

"Di Jembrana ada seribu hektar lebih tanah Pemprov Bali. Nanti kita manfaatkan untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru, supaya wisatawan datang ke Jembrana," papar Koster.

Nantinya, di atas lahan milik Prmprov Bali itu akan dibangun sejumlah hal untuk mendukung segala macam potensi yang dimiliki Kabupaten Jembrana.

"Jadi nanti kerajinannya hidup, budayanya juga seperti Mekepung dilestarikan," kata Koster.

Ia menilai, tradisi Mekepung amat unik dan merupakan salah satu unggulan Pulau Bali dari Kabupaten Jembrana, yang tiada duanya di Indonesia.

"Saya kira tidak ada di Indonesia ini yang seperti Mekepung. Tradisi ini unik. Saya kira hanya ada di Jembrana. Di Buleleng ada, tapi tidak seperti di Jembrana ini," tutur Koster.

Untuk itu, Koster berkomitmen melestarikan tradisi Mekepung. Pada saat sama, ia siap mengembangkan dan mempromosikan tradisi Mekepung ini agar menjadi atraksi budaya yang memikat perhatian turis untuk datang ke Jembrana.

"(Mekepung) ini harus dipelihara. Kebanggaan Bali ini. Makanya sekarang pelihara kerbau yang banyak. Nanti dibuatkan Mekepung Gubernur Cup jadi atraksi rutin agar turis mau datang ke sini," ucapnya.

Guna mendukung hal itu, infrastruktur juga menjadi hal penting yang dipikirkannya. Solusinya adalah pembangunan jalan tol yang menghubungkan Denpasar dan Gilimanuk.

Koster juga sudah memikirkan pengembangan potensi nelayan dan pesisir, pembangunan dan pengelolaan industri pangan, koperasi subak untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Jembrana. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi