Produksi Ikan Laut Lambat, Badung Genjot Usaha Perikanan Darat

Kamis, 12 April 2018 : 22.28
ilustrasi/dok.
BADUNG - Produksi perikanan laut tidak mengalami peningkatan signifikan sehingga Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Badung mulai menggenjot produksi perikanan darat atau air tawar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana mengungkapkan, sejauh ini produksi perikanan di Badung sebanyak 7.271,22 ton, terdiri dari Perikanan Laut sebesar 6.658,60 ton dan Perikanan Darat sebesar 612,62 ton.

"Peningkatan produksi tersebut tidak terlalu signifikan, karena produksi Perikanan Laut pada tahun sebelumnya mencapai 6.464,4 ton dan Perikanan Darat mencapai 589,8 ton," jelas Oka Swadiana kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

Kedepan pihaknya mengaku juga akan mengupayakan peningkatan produksi yang lebih tinggi, khususnya pada usaha Perikanan Darat. “Dengan pemberian benih gratis kepada petani ikan, kami harapkan terjadi peningkatan produksi ikan air tawar,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, modernisasi adalah perubahan dari usaha yang tradisional atau semi tradisional ke usaha yang lebih modern dan Inovatif adalah pengembangan komoditas unggul yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang dan peluang pasar yang cerah dan luas.

Target konsumsi ikan perkapita di Kabupaten Badung pada tahun 2017, dinyatakan telah melampaui target tipis. Dalam artian dari target tahun 2017 sebesar 32,93 kgperkapita pertahun, pencapaiannya sebesar 32,95 kg perkapita pertahun. Sehingga pencapaian tipis tersebut lebih 0,6 persen dibandingkan target.

“Jika dibandingkan dengan target secara Nasional yang sebesar 43,94 kg perkapita pertahun, pencapaian tahun ini baru sekitar 74,99%,' sebut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana, Kamis (12/4/2018).

Untuk mencapai target nasional itu, pihaknya tidak henti akan terus melakukan pembinaan, penyuluhan serta menyalurkan bantuan hibah kepada masyarakat secara berkesinambungan.

Adapun program yang telah kita luncurkan adalah intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, modernisasi dan inovasi. Langkah intensifikasi dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan kepada petani ikan, dengan tujuan agar mereka mau dan mampu melaksanakan usaha taninya, sesuai dengan petunjuk teknis.

Dengan demikian, bisa tercapai produksi yang optimal dengan lahan yang minim, namun intensif. Sementara ekstensifikasi yang dimaksud adalah perluasan lahan budidaya dan Diversifikasi adalah penganekaragaman komoditas yang diusahakan yang terdiri lebih dari satu jenis komoditas. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi