Pertemuan IMF dan Bank Dunia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Sabtu, 07 April 2018 : 01.16
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang juga Wakil Ketya TPID Bali Causa Iman Karana (kiri)
DENPASAR- Pertemuan tahunan IMF-WB yang dihadiri sekitar 15 ribu anggota delegasi dari 189 negara yang akan digelar di Nusa Dua Bali Oktober mendatang diprediksi akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan bisa mencapai 6,0 hingga 6,4 persen, lebih besar dibandingkan tahun 2017 hanya 5,59 persen,” ujar Wakil Ketua TPID Bali Causa Iman Karana yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Kamis 5 April 2018.

Indikator pertumbuhan ekonomi Bali tersebut menurut Causa yang akrab disapa CIK ini salah satunya disebabkan karena meningkatnya pasokan berbagai produk untuk kebutuhan para delegasi tersebut baik berupa makanan dan minuman serta keperluan lainnya.

“Akan banyak kebutuhan yang diperlukan para delegasi tersebut termasuk juga untuk pariwisata,” jelasnya di sela-sela High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali di Inna Heritage Hotel Denpasar,yang dihadiri seluruh TPID Kabupaten/Kota serta instansi terkait.

Causa menjelaskan, berbagai kebutuhan makanan seperti beras dan daging, sayuran rata-rata tidak ada masalah karena persediaannya cukup, kecuali untuk kebutuhan tertentu yang bisa didatangkan dari luar.

Di sisi lain,  dia tak menampik adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang biasanya juga dibarengi dengan meningkatnya inflasi. 


Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Gede Indra selaku Ketua Harian TPID Bali juga melontarkan hal senada bahwa permintaan tinggi tetapi suplai kurang mendukung maka ini bisa mempengaruhi inflasi karena harga-harga akan naik.

"Untuk itu perlu diupayakan bagaimana menjamin supaya suplai cukup untuk memenuhi permintaan,"" sambungnya.

Dalam rapat pembahasan terkait evaluasi dan pengendalian inflasi jelang pertemuan IMF dan Bank Dunia itu, Dewa Indra mengakui tidak semua kebutuhan para delegasi tersebut bisa dipenuhi dari produksi di daerah.

Apalagi para delegasi tersebut juga memiliki standar tersendiri untuk kebutuhannya sehingga ada sebagian yang perlu didatangkan dari luar. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi