Pendiri Kompasiana Berbagi Menulis yang Menarik dan Viral

Minggu, 29 April 2018 : 02.24
Pendiri Kompasiana Pepih Nugraha saat menyampaikan presentasi di pelatihan fotografi dan jurnalisme media online
KLUNGKUNG- Pendiri rubrik Kompasiana di Kompas. com Pepih Nugraha membeberkan sejumlah tips dan pengalaman menulis maupun mengelola media siber atau online yang memiliki peluang bisnis menjanjikan di masa mendatang.

Dalam pelatihan yang digelar PT. Pertamina (Persero) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat diikuti puluhan jurnalis di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina di Banjar Sangging, Desa Kemasan Kabupaten Klungkung-Bali, Sabtu (28/4/2018).

Pelatihan Fotografi dan Jurnalisme Online bagi wartawan di Bali menghadirkan pula pembicara Mosista Pambudi, Fotografer senior dari Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) yang memberikan serangkaian materi teori dan praktek Foto Jurnalistik.

Dalam kesempatan itu, Pepih yang wartawan senior Kompas menekankan pentingnya konten yang berkualitas memenuhi standar karya jurnalistik di media online.

Ia mengingatkan, empat elemen penting dalam menulis yakni, tulisan harus mengandung informasi yang penting bagi pembaca. Dengan begitu, pembaca akan merasa mendapat manfaat dari tulisan yang dibaca.

Kedua, tulisan seorang jurnalis harus ada unsur edukasi atau mendidik. Penulis harus menanamkan diri bahwa apa yang ditulis tersebut memberikan pendidikan atau mencerdasan bagi masyarakat pembaca.

"Ketiga dalam tulisan itu, harus mampu menginspirasi pembaca," sambung pendiri PepNews.com itu.

Yang keempat tak kalah pentingnya, bagaimana tulisan itu mampu menghibur pembaca artinya pembaca tidak hanya mendapatkan informasi namun merasa terhibur setelah membaca tulisam jurnalis dan bukan sebaliknya.

Pada bagian lain, Pepih mengungkapkan, untuk mengelola media siber, tidak hanya dibutuhkan ketekunan namun juga harus berinovasi dalam membidik segmen pembaca. Setelah tulisan atau berita dihasilkan sesuai karya jurnalistik, kemudian diviralkan lewat media sosial seperti facebook dan lainnya.

Tak kalah pentingnya, memanfaatkan jaringan baik itu pertemanan lewat media sosial, keluarga maupun jaringan bisnis untuk pengembangan media ke depan.

"Jangan mimpi, ingin untung cepat, butuh proses, sebab agar bisa mendapatkan pendapatan iklan, tentu media kita harus kredibel dipercaya pembaca, memiliki ranking bagus," sambungnya.

Pendek kata, jangan meremehkan rangking atau peringkat media seperti Alexa. Sebab pemasang iklan sebelum membelanjakan uangnya , akan lebih dahulu melihat seberapa banyak pembaca atau rangking media online tersebut.

Meski demikian, Pepih terus memotivasi para pengelola media online, agar pantang menyerah untuk bisa dipercaya pembaca sehingga bisa mendulang pendapatan dari iklan.

Ia mencontohkan Kompasiana yang dirintisnya dahulu berangkat dari beberapa orang penulis kini tumbuh besar, sudah mencapai ratusan ribu penulis dan follower sehingga mampu mendatangkan pendapatan cukup besar.

Mengutip sumber data yang disampaikan Pepih, pasar media online sangatlah prospektik mengingat 265,4 juta penduduk dunia sekitar 132,7 juta aktif di internet dengan 130 juta aktif di media sosial.

Dari data itu sekitar 177,9 juta dengan mobile atau menggunakan handphone atau gadget dengan 120 juta bersosial sosial secara mobile.

Ketua PWI Bali Dwikora Putra menekankan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan wartawan, seperti Safari Jurnalistik dan Sekolah Jurnalisme. Dia berharap setelah wartawan mengetahui bagaimana membekali ketrampilan menulis bisa menuangkan karya jurnalistiknya dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Rencananya, setelah pelatihan di Bali akan dilanjutkan pelatihan serupa 12 Mei 2018 di Riau. Melalui pelatihan vokasi kewirausahaan bagi wartawan ini, juga diharapkan akan menambah pengetahuan bagi wartawan, termasuk juga datangkan pakar fotografi.

Diketahui, pelatihan disejumlah kota di Indonesia ini, merupakan kelanjutan dari sinergi antara Kementerian BUMN dengan PWI Pusat serta MoU antara PT Pertamina (Persero) dan PWI yang ditandatangani pada Hari Pers Nasional (HPN) 2018, tanggal 8 Februari 2018 di Padang, Sumatera Barat sebagai upaya dari peran sinergi BUMN meningkatkan kompetensi bagi wartawan Indonesia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi