Panglima TNI Minta Jajaran Waspadai Kerawanan di Pilkada Serentak

Selasa, 17 April 2018 : 11.20
Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB Oka
DENPASAR- Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan tahun ini dan rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai yang biasanya diiringi meningkatnya suhu politik di tanah air dengan timbulnya kerwanan sosial

Hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan masa yang anarkhis.

Panglima mentampaikan itu dalam amanat dibacakan Komandan Pangakalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka  saat memimpin upacara tujuh belasan bulan April 2018 di lapangan upacara Praja Raksaka Kodam IX/Udayana Kepaon Denpasar.

OKa bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) sedangkan Komandan Upacara Mayor Marinir Nyoman Suarmika (Pasprogar Lanal Denpasar), Senin (17/4/2018).

"Upacara tujuh belasan Bulan April 2018 sebagai upaya meningkatkan Jiwa Juang dan Nasionalisme Prajurit TNI dan PNS se Garnizun Denpasar," ujar GB Oka.

Diawali penaikan bendera merah putih, pembacaan Pancasila oleh Inspektur upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korpri yang diikuti oleh peserta Upacara para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Gabungan TNI se Garnizun Denpasar.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dibacakan Danlanal Denpasar, menyampaikan, Dunia selalu berkembang dan berubah seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia.

Perubahan dan perkembangan tersbut secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi sendi – sendi kehidupan bangsa Indonesia. Perkembangan yang cepat membuat tantangan tugas bagi TNI semakin komplek dan menuntut kemampuan beradaptasi dan inovasi.

Dalam kaitannya hal tersebut Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membaca situasi berikut segala kecenderungannya.

Hal ini diperlukan agar kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam melaksanakn tugas pokok TNI.

Salah satu tantangan menurut Panglima TNI yaitu dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak di 171 daerah seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun ini pula rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai. Pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air dengan timbulnya kerwanan, hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan masa yang anarkhis.

Untuk itu Panglima TNI meminta kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan fokus pada tugas yang diembankan.

"Prajurit TNI juga harus menjaga netralitas, keikutsertaan beberapa purnawirawan dalam Pilkada tidak boleh memepengaruhi netralitas TNI," tegas Panglima.

Karena partisipasi para purnawirawan TNI tersebut sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap purnawirawan sekaligus wujud partisipasi aktif dalam politik setelah kembali ke tengah - tengah masyarakat, namun partisipasi tersebut tidak boleh menyeret TNI kekancah politik praktis.

Lebih jauh lanjut, Panglima TNI mencermati perkembangan diberbagai belahan dunia, terlihat spektrum ancaman dan perang teknologi semakin komplek.

Juga ancaman lain seperti isu-isu rasial, separatis, kesenjangan sosial, perbatasan, serangan siber bahkan perang dagang berupa pengenaan tarif tertentu terhadap produk negara lain harus dapat ditangani secara bersamaan.

Tanpa ketahanan nasional yang kuat menurut Panglima TNI bukan hal mustahil ancaman bertubi – tubi semacam itu dapat merongrong stabilitas suatu negara yang pada akhirnya membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara yang bersangkutan.

Satu hal yang mendukung ketahanan nasional yang kuat adalah soliditas dan kekompakan segenap komponen bangsa dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, TNI selaku bagian dari komponen itu perlu membina soliditas, sinergi dan kekompakan dari tingkat pusat sampai daerah.

Hadir dalam upacara tujuhbelasan Danrem 163/Wsa Kolonel Arh. Gede Widnyana, Danlanud Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wayan Superman, LO AL, LO AU, Danyon 900/Raider, Danpomdam IX/Udayana, Para Kabalak Kodam IX/Udayana, Palaksa Lanal dan seluruh Perwira Staf Mako Lanal Denpasar. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi