KPPU Minta Asuransi Konsern Terhadap Pembinaan Usaha Perbengkelan di Bali

Jumat, 13 April 2018 : 17.55
Ketua KPPU Syarkawai Rauf dan anggota Komisi XI DPR RI Agung Rai Wirajaya
DENPASAR - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah menelusuri laporan adanya perusahaan asuransi di Bali yang dinilai lebih menguntungkan perusahaan besar sebaliknya tidak mendukung bagi tumbuhnya usaha perbengkelan bagi perusahaan kecil.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menjelaskan, semestinya perusahaan seperti perbankan atau asuransi memberikan kesempatan dan peluang untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak di bidang perbengkelan.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong agar perusahaan besar memberikan akses untuk bermitra kerja, membangun linkage, sehingga perusahana kecil bisa tumbuh dan berkembang.

"Kami menerima pengaduan masyarakat perbengkelan di Bali, selama ini, mereka mendapat orderan pekerjaan dari perusahaan asuransi yang nasabahnya mengalami kecelakaan seperti kendaran roda empat," jelas Syarkawi di sela sosialisasi penegakan hukum persaingan usaha pada jasa perbengkelan mobil yang diasuransikan , di Kuta Jumat (13/4/2018).

Dalam beberapa waktu terakhir, kata Syarkawi, perusahaan asuransi itu cenderung memprioritaskan bengkel besar sehingga bengkel-bengkel kecil tidak memiliki kesempatan.

"Kami menekankan agar dilakukan pembinaan oleh perusahaan besar yang memiliki modal besar kepada perusahaan kecil yang hanya memiliki modal kecil," sambungnya.

Yang lebih penting, adanya pembinaan bagaimana hubungan yang terjalin baik dengan pengusaha kecil, misalnya membuatkan standar agar bisa dipenuhi oleh perusahan-perusahan kecil.

Disinggung, data asuransi yang melakukan praktek semacam itu, Syarkawi mengaku belum memiliki data lengkap karena saat ini, pihaknya lebih mengendapnkan pada upaya pencegahan.

"Kita belum sejauh ke arah sana (penindakan) tetapi lebih ditekankan pencegahan, supaya praktek seperti itu tidak berlanjut di kemudian hari," sambungnya.

Dalam kesempatan sama, anggota Komisi XI DPR RI Agung Rai Wirajaya menyoroti, perusahaan asuransi yang belum maksimal dalam menjalankan fugsi pembinaan bagi perusahaan kecil.

"Masyarakat perbengkelan di Bali merasa ditinggalkan oleh perusahan asuransi yang hanya memperhatikan mereka yang bermodal besar," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Untuk itu, pihaknya memunta agar perusahaan asuransi mengembangkan pola kemitraan dengan perbengkelan bermodalkan kecil agar bisa berjalan dengan baik

Pendek kata, dia meminta agar bengkel-bengkel modal kecil jangan dianaktirikan namun diberikan kesempatan sama untuk maju dan berkembang.

Di pihak lain, OJK juga diminta untuk segera melakukan pendataan dan pencatatan menyeluruh terhadap asuransi yang ada di Bali mengingat itu menjadi kewenangan pengawasan OJK.

Wirajaya mengungkapkan, adanya kecenderungan perusahana besar industri otomotif dan perbengkelan yang menguasai hulu hingga hilir sehinga hal itu harus dicegah untuk menekan terjadinya praktek persaingan tidak sehat.

"Perusahaan besar jangan hanya kejar profit saja, tetapi perlu memberikan kesempatan sama antara perusahan besat dan kecil sehingga bisa tumbuh bersaing secara sehat," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi