Koster Gulirkan Wacana Pengelolaan Hutan Negara Diserahkan Desa Adat

Sabtu, 07 April 2018 : 07.14
DENPASAR- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menggulirkan wacana agar hutan milik negara bisa diberdayakan untuk kesejahteraan rakyat dengan melibatkan pengelolaanya kepada desa adat sekitar.

Koster beralasan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada prinsipnya ingin memberdayakan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan hutan milik negara.

"Pengelolaannya diserahkan kepada desa adat. Ini akan saya manfaatkan betul. Di Bali ini kan banyak hutan negara, tapi tidak produktif, tidak dimanfaatkan dengan baik," kata Koster saat tatap muka dengan Kelompok Nelayan Simbar Segara Pemogan, Denpasar Jumat 6 April 2018.

Nantinya, jika hutan negara yang tidak produktif itu dimanfaatkan pengelolaannya untuk masyarakat, maka ia yakin kesejahteraan bisa dicapai desa adat.

"Kalau dikerjasamakan dengan desa adat itu bisa menjadi pemasukan bagi warga," tuturnya.

Pada saat sama, kepada masyarakat pesisir dalam hal ini nelayan, Koster memiliki gagasan untuk membuat sentra pasar ikan dan industri olahan perikanan.

"Untuk pasar kita gagas sentra tematik perikanan di wilayah pesisir. Di situ akan dibuatkan khusus sentra perikanan," ujarnya.

Untuk itu, jika terpilih kelak sebagai gubernur, Koster akan mengeluarkan peraturan agar hasil tangkapan nelayan mendapatkan harga pantas.

"Tujuannya agar memberikan keuntungan kepada nelayan kita. Ikan tangkapan nelayan ini nantinya bisa disalurkan ke sentra perikanan, ke restoran dan hotel-hotel. Kami akan buatkan aturan mengenai perdagangan kelompok nelayan dengan pasar. Ini akan memberi perlindungan nelayan kita agar dia bisa mendapatkan hasil yang layak," tegas Koster.

Nelayan, Koster melanjutkan, adalah kelompok Marhaen yang selama ini setia dalam barisan PDI Perjuangan. "Kami akan prioritaskan. Pemberdayaan masyarakat pesisir Bali kami pikirkan," tutur dia. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi