Jemput Bola, Disdukcapil Denpasar Rekam KTP Elektronik Kaum Disabilitas

Senin, 30 April 2018 : 06.33
DENPASAR- Dalam mewujudkan masyarakat tertib administrasi Pemkot Denpasar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan perekaman KTP Elektronik lewat pelayanan jemput bola yang gencar dilakukan.

Pelayanan jemput bola dilakukan menyasar  masyarakat yang sedang  sakit, hingga memberikan pelayanan hari libur. Kini pelayanan serupa juga diberikan kepada masyarakat penyandang disabilitas, seperti dilaksanakan Minggu (29/4) menyasar warga diwilayah Kelurahan Pemecutan.

Plt. Kadis Dukcapil Denpasar, A.A Istri Agung mengatakan masih tetap berlangsung untuk pelayanan jemput bola perekaman KTP Elektronik terkhusus bagi warga yang sakit. “Warga yang sakit dan tidak bisa bangun yang masuk di pelaporan Disdukcapil akan segera kami sasar dan memberikan pelayanan,” ujarnya.

Dikatakan tak terlepas pula melaksanakan perekaman jemput bola bagi warga disabilitas. Jika pelaporan yang sudah masuk di meja kerja Disdukcapil akan segera direspon untuk mendapatkan pelayanan menyasar langsung kediaman disabilitas.

“Jika sudah laporan kami terima terkait keberadaan masyarakat disabilitas akan segara kami tindaklanjuti dengan pelayanan perekaman,” ujarnya.

Ia mengaharapkan kepada masyarakat yang memiliki sanak saudara penyandang disabilitas yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik dapat segera melapor ke kantor Disdukcapil Denpasar, atau juga dapat melapor di kepala dusun masing-masing wilayah banjar.

Pelaksanaan jemput bola dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang sakit merupakan salah satu upaya Disdukcapil Kota Denpasar dalam memaksimalkan dan mendorong masyarakat untuk tertib administrasi. Sehingga, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya tertib administrasi sebagai persyaratan awal pengurusan berbagai berkas.

"Jadi selain untuk mendorong masyarakat untuk tertib administrasi, hal ini juga untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai berkas, karena administrasi kependudukan seperti E-KTP adalah persyaratan dasar," jelasnya, sembari mengatakan sampai saat ini yang telah melakukan perekaman sejumlah 453.510 jiwa. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi