HPI Desak Imigrasi Tindak Tegas Guide Asing Ilegal di Bali

Rabu, 18 April 2018 : 08.58
Penasehat hukum Rado Fridsel dan pengurus HPI Bali berikan keterangan pers 
DENPASAR- Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali mendesak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Bali menindak tegas guide asing ilegal yang banyak beroperasi di Pulau Dewata.

Desakan itu disampaikan saat perwakilan HPI Bali mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Bali  Selasa (17/4/2018).

Mereka mengaku resah dengan praktek guide liar yang berasal dari warga negara asing terutama berbahasa Mandarin dan Bahasa Rusia.

"Kami meminta komitmen pengawasan Imigrasi Bali terhadap maraknya guide liar yang berasal dari warga negara asing," tegas Ketua HPI Provinsi Bali I Nyoman Nuarta

Pihaknya mendesak Imigrasi agar memproses hukum terhadap guide asing yang beroperasi secara ilegal di Bali tidak sesuai dengan peruntukan visa. Bahkan, HPI mengancam menurunkan 8 ribu anggota HPI, jika Imigrasi tidak memproses kasus ini sesuai aturan undang undang keimigrasian.

Para guide berlisensi resmi itu marah dengan keberadaan guide asing yang beroperasi secara ilegal di Bali. Pasalnya, ulah guide asing itu merugikan guide lokal yang memiliki lisensi.

“Kami (HPI) mengalami kerugian sangat besar. Pemasukan kami berkurang. Karena itu kami minta imigrasi harus tegas dalam menuntut keadilan dan tindak tegas orang asing yang ilegal,” tandasnya.

Disamping meminta ketegasan Imigrasi dalam menindak guide asing liar, mereka juga meminta pengusutan tuntas kasus pemukulan dilakukan seorang guide asing asal Cina, Roi terhadap sopir lokal, Edi di Kuta beberapa waktu lalu.

HPI kecewa kasus pemukulan oleh guide liar asal Cina itu hanya dikenai pasal penganiayaan ringan. Mereka meyakini, kasus ini melibatkan pihak guide atau pemodal kuat lainnya yang meremehkan hukum di Indonesia yang seolah-olah bisa dibeli dengan uang.

“Kami ingin agar kasus itu menjadi pintu masuk bagi pihak terkait, terutama Imigrasi untuk melakukan pengawasan terhada orang asing di Bali, terutama guide asing," kata Nuarta.

Mereka mendesak, Imigrasi tidak hanya mengambil langka deportasi namun secara pro yustitia, harus diusut tuntas. Hal itu demi memberikan efek jera agar orang asing ini tunduk dengan aturan hukum di Indonesia.

Ketua HPI Bali Nyoman Nuarta saat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai
Hal sama disampaikan penasehat hukum HPI Bali Rado Fridesel L bahwa kasus penganiyaan dilakukan guide asing ilegal itu, harus diusut tuntas tidak hanya berhenti pada masalah administrasi keimigrasian semata.

"Kami memiliki saksi dan bukti-bukti terjadinya tindak penganiayaan dan pengancaman dilakukan pelaku terhadap korban, nanti akan kami buka," tuturnya.

Ditegaskan, perbuatan pelaku dalam kasus ini, bukan tindakan administrasi tetapi tindak pidana imigrasi. Dalam UU Imigrasi pasal 122 menyebutkan orang yang melakukan kegiatan tanpa izin itu maksimal hukumanya 5 tahun.

Informasi didapatnya, terduga sudah dilimpahkan ke Imigrasi Sabtu lalu Pada saat itu Wasdakim mengaku bahwa yang bersangkutan belum bisa menunjukan paspor.

"Hal ini yang akan kami kejar dan kawal bersama HPI. Untuk kasus ini kami siap terus kawal," tandas Rado.

Hukuman setimpal harus diberikan kepada (MY), pelaku guide asing ilegal demi keadilan dan efek jera agar ke depan tidak terjadi kasus semacam itu.

"Kami sudah kirim surat terhadap kasus ini dengan disertai berbagai bukti. Semoga dalam waktu minggu ini atau minggu depan bisa audensi atau dialog dengan bapak Kapolda Bali agar pelaku dihukum yang setimpal perbuatannya," tandasnya,

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Amran Aris berjanji membentuk tim khusus dalam memberantasi keberadaan orang asing yang bekerja secara ilegal.

Tim ini dibagi dalam beberapa kelompok dan akan turun ke setiap kecamatan di wilayah Kuta untuk mensosialisasi kepada masyarakat.

"Ini terobosan baru pertam kali dilakukan, sangat efektif untuk memberantas orang asing di Bali yang bekerja diluar ketentuan visa," tandas Amran yang baru menjabat dua pekan ni.(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi