HPI Desak Imigrasi Tindak Tegas Guide Mandarin Ilegal di Bali

Senin, 09 April 2018 : 18.55
Sekira 50 guide divisi mandari DPD HPI Bali mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai pasca kasus pemukulan yang menimpa seorang guide mandarin lokal di Kuta
BADUNG- Imigrasi diminta bertindak tegas terhadap seorang guide mandarin asing dalam kasus pemukulan terhadap guide mandarin lokal di Kuta dengan tidak hanya mendeportasi namun juga melakukan pengawasan dan menerbitkan kebijakan yang tegas dalam mencegah praktek guide asing ilegal di Bali.

Desakan itu disampaikan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali Nyoman Nuarta usai bertemu dengan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai Tomphatar Hasianto di kantornya, Senin (9/4/2018).

Diketahui, kasus yang menimpa Edy seorang guide mandarin lokal dianiya pelaku berinisial MY atas perintah guide mandarin asing MA di sebuah restoran di Kuta pada 5 April lalu.

Kejadian itu mendapat sorotan serius HPI karena bisa menjadi preseden buruk bagi keberadaan guide mandarin legal di Indonesia.

"Kami menyatukan persepsi, agar kejadian itu menjadi perhatian juga Imigrasi, kami mendorong agar kasusnya diselesaikan secara hukum atau pro yustisia, tidak hanya konteks dideportasi tetapi ada kasus pidana ikutannya yang harus ditegakkan," tandasnya didampingi puluhan guide mandarin anggota HPI.

Pihaknya memandang, kasus itu harus ditangani serius dan hukum ditegakkan agar ke depan tidak ada lagi warga asing termasuk guide mandarin asing sebagai efek jera sehingga tidak akan lagi yang berani melakukan perbuatan melawan hukum.

Nuarta kembali mengungkapkan, apa yang ditunjukkan pelaku guide mandarin asing sebagaimana banyak beredar di media sosial, dengan arogansi menyatakan bisa melakukan apa saja karena memiliki uang sekolah hukum bisa dibeli, harus dilakukan perlawanan.

Ketua DPD HPI Bali Nyoman Nuarta usai bertemu pejabat Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai
"Kami mendorong Wasdakim menunjukkan sikap dengan aktualisasi yang jelas terhadap orang asing yang melakukan perbuatan seperti dilakukan pelaku yang melakukan penganiayan," sambungnya.

Imigrasi harus serius melakukan pengawasan dan penindakan terhadap orang asing dan menindaklanjuti setiap laporan tentang praktek-praktek ilegal atau tindakan melawan hukum.

Kata dia, termasuk dalam pengawasan terhadap praktek guide ilegal dilakukan warga asing khususnya pasar yang rentan seperti Mandarin dan Rusia.

Pihak Imigrasi belum bisa dimintakan konfirmasi terkait aspirasi dan desakan HPI agar menindak tegas pelaku dalam kasus penganayaan yang menimpa guide mandarin lokal di Kuta.

Kabid Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Tomphatar Hasianto usai menerima HPI enggan berkomentar dengan dalih tidak memiliki kewenangan menyampaikan penjelasan kepada media. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi