Gebyar PAUD Kota Denpasar Diramaikan Tarian Rejang Renteng

Selasa, 24 April 2018 : 01.08
DENPASAR- Puncak perayaan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar tahun 2018 berlangsung semarak dengan penampilan 400 guru yang membawakan tari Rejang Renteng di Lapangan Puputan I Guati Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (22/4) malam.

Semarak acara semakin memuncak dengan riuh tepuk tangan penonton saat penampilan kreatifitas seni dari siswa PAUD dari masing-masing kecamatan dengan membawakan legenda daerah seperti halnya Malin Kundang, Jaya Pangus, Timun Mas, serta Bawang Kesuna.

Hadir sekaligus menutup Gebyar PAUD Kota Denpasar Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara,  Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Sukana, Camat Se- Kota Denpasar, serta undangan lainya.

Sekda Rai Iswara turut menyerahkan Piala bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pagi harinya.

Sekda Iswara menekankan beberapa poin yang harus tetap emnjadi pedoman pelaksanaan PAUD di Kota Denpasar. Dimana salah satunya yakni para pendidik harus menyadari pentingnya kehadiran PAUD di tengah masyarakat.

Hal ini lantaran PAUD merupakan pendidikan pra pendidikan yang merupakan persiapan bagi anak-anak  untuk menyongsong pendidikan selanjutnya. Selain itu, keberadaan PAUD juga penting dalam menggali potensi dan kreatifitas anak-anak yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

"Ada hal penting yang ingin disampaikan bapak Plt. Walikota Denpasar dalam Gebyar Paud ini, dimana seluruh selemen penyelenggara PAUD itu sendiri harus mampu mengerti arti penting kehadirannya di tengah masyarakat sebagai pendidikan pra pendidikan yang tentu tak kalah penting," jelas Rai Iswara.

Rai Iswara turut memuji keceriaan dan semangat para guru saat membawakan tari Rejang Renteng. Hal itu menunukan besarnya semngat para guru PAUD di Kota Denpasar dalam upaya menggali potensi dan meningkatkan pendidikan usia dini di Kota Denpasar.

"Kalau gurunya gembira, siswanya pasti akan gembira dalam menerima pembelajaran, itulah yang ditunjukan para guru sebagai cerminan semngat Hari Kartini," pungkasnya.

Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, I Made Merta mengatakan bahwa Gebyar Paud kali ini yang mengangkat tema Paras-Paros ini merupakan puncak apresiasi terhadap prestas dan evaliuasi dari sebuah pembinaan PAUD.

Adapun Paras-paros merupakan moto masyarakat Bali dalam melaksanakan pekerjaan yang sleras, serasi dan seimbang. Sehingga ajang ini juga menjadi sarana komunikasi, interaksi sosial dan edukasi baik bagi pengelola, guru PAUD dan siswanya.

Pihaknya menambahkan, dalam gebyar PAUD kali ini turt dilaksanakan 12 kategori lomba baik untuk siswa maupun untuk guru dan kepala PAUD. Seperti lomba memasukan bola ke dalam keranjang, lomba meronce, lomba puzel, lomba menggambar, lomba membentuk plastisin, lomba mozasik, lomba memindahkan bendera, lomba menyanyi, dan lomba origami.

Sedangkan ada tiga lomba yang berorientasi pada pendidikan karakter dan transformasi budaya Bali yakni lomba ngulat tipat bersama orang tua, lomba pidarta bahasa Bali untuk kepala PAUD dan lomba mesatua Bali untuk guru PAUD.  (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi