Dijaga Aparat, Empat Ruko di Denpasar Dipagari Seng

Kamis, 12 April 2018 : 18.47
Lokasi empat ruko dipagari seng milik pengusaha Rita Kumar
DENPASAR- Aparat kepolisian turut menjaga jalannya pemagaran dengan seng terhadap empat ruko di Jalan Imam Bonjol No 505 Denpasar yang rencananya hendak dibangun oleh pemilik yang sah, Rita Kumar

Selama ini, empat ruko ditempati I Nengah Getar, I Wayan Kasih, I Made Soka beserta keluarga.

Pemagaran dilakukan sebagai tindak lanjut pelaksanaan eksekusi yang telah dilakukan petugas jurusita Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada 17 Oktober 2017 lalu.

Diketahui, Rita Kumar adalah pemilik sah atas tanah yang diatasnya berdiri empat bangunan ruko di Jalan Imam Bonjol No 505 Denpasar.

Sebagaimana diperkuat akte jual-beli No 216/2014 dan Sertifikkat Hak Milik (SHM) No 6117 serta surat keterangan pendaftaran tanah No 162/2017.

Berdasarkan pemantauan, pelaksanaan pemagaran yang disaksikan sejumlah aparat kepolisian berpakaian preman dan dinas, sempat mendapat perlawanan dari I Nengah Getar dan keluarganya.

Saat itu, sempat terjadi saling tarik-menarik pagar seng antara I Nengah Getar, I Wayan Kasih dan I Made Soka dengan Dwi S Darminto selaku pemborong penerima perintah kerja dari Rita Kumar.

Darminto jatuh dan jari tangan terluka karena terkena seng dan perut memar Tak hanya itu, I Made Soka juga sempat mengancam akan mengambil parang untuk menghalangi proses pemagaran seng ini.

Namun niat itu dibatalkan Soka setelah mengetahui kehadiran aparat kepolisian. Di sisi lain, Darminto juga nyaris dipukul oleh Getar. Tapi upaya Getar ini tidak berlanjut.

Sebagaimana diketahui, eksekusi atas tanah dan bangunan di Jalan Imam Bonjol No 505 Denpasar ini telah dilakukan Juru Sita Pengadilan Negeri Denpasar pada 17 Oktober 2017 di kantor Lurah setempat dab di hadapan Kabagops Polresta Denpasar.

Hanya saja ketika itu, I Getar dan keluarganya memohon agar diberikan kesempatan untuk mengosongkan sendiri objek eksekusi tanah dan rumah selama 45 hari paling lambat pada tanggal 2 Desember 2017.

Karena alasan kemanusiaan, Rita Kumar mengabulkan permohonan I Nengah Getar beserta keluarganya.  Namun hingga batas waktu 2 Desember 2017, I Nengah Getar beserta keluarga belum juga mengosongkan tanah serta bangunan sesuai surat pernyataan bernomor 751/Pdt.G/PN Dps.

Atas dasar itu, Rita melalui pemborong Dwi S Darminto dan para tukang- melakukan pemagaran seng atas tanah yang diatasnya terdapat empat ruko di Jalan Imam Bonjol No 505 Denpasar.

Informasinya, Rita berencana hendak membangun ruko tiga lantai di atas lahan seluas sekitar 400 M2 tersebut.

"Saya sudah cukup lama memperjuangkan tanah hak milik sah saya ini baik melalui jalur pidana dan perdata.Hampir empat tahun saya berusaha agar I Nengah Getar beserta keluarganya mau menyerahkan secara baik-baik kepada saya, tapi belum terwujud," ucap Rita . (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi