Cerita Mistis Dibalik Meninggalnya Ida Peranda Sidanta yang Tertimpa Pohon Pule

Senin, 09 April 2018 : 05.41
Pohon pule yang menimpa Ida Peranda Gde Oka Sidanta di Jembrana
JEMBRANA- Meninggalnya Ida Peranda Gde Oka Sidanta (60) Griya Taman Sari Megati, Banjar Tibusambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, kemarin (7/4/2018) ternyata banyak kalangan warga menghubungkan dengan hal-yang mistis.

Warga mengerahui pohon pule yang menimpa korban,  cukup angker dihuni oleh 105 wong samar yang tidak ingin rumahnya diusik.

Selain itu, warga menduga Korban lupa membawa Bajra saat muput ritual tersebut.

Menurut penuturan salah seorang warga Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh (8/4/2018),  " pohon pule itu terkenal angker dihuni 105 wong samar, katanya wong samar itu marah karena rumahmya di ganggu, lagi pula Ida Peranda (korban) lupa membawa Bajra saat muput " ujarnya.

Padahal menurutnya, prosesi upacara yang dilakukan sebelum pemotongan gempong pohon pule yang akan digunakan untuk tapel atau topeng atau tapakan barong tergolong sakral yang memerlukan bajra untuk mengiringi doa.

"Mungkin saja karena tidak menggunakan bajra dalam muput upakara itulah yang mengakibatkan petaka, namun kami tidak berani memastikan jika itu penyebabnya karena kami tidak begitu memahami tentang upakara seperti itu ", terang warga lainnya.

Disisi lain, Bendesa Pakraman Munduk Anggrek Kaja, I Made Subagia, Minggu 8/4/2018), membenarkan jika saat itu Ida Peranda (korban) tidak menggunakan bajra saat prosesi ritual tersebut.

Namun dirinya tidak berani memastikan apakah sengaja korban tidak membawa bajra karena tingkatan upacara upakaranya atau karena memang kelupaan, yang jelas saat itu korban memang tidak membawa bajra.

"Ssaya tidak berani menyimpulkan karena saya sama sekali tidak paham akan hal itu " jelasnya.

Terkait upacara plebon Ida Peranda ( korban), subagia menyampaikan belum mengetahui kapan dilaksanakannya, namun sebatas pengetahuannya biasanya dilaksanakan pada satu bulan tujuh hari terhitung dari saat lebar (meninggalnya) korban, dan tentunya kepastian tersebut tergantung dari hasil rapat atau paruman di Griya untuk membahas hal tersebut.

Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika menginformasikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dari RSUD Negara, korban langsung di bawa ke rumah duka yakni Griya Taman Sari Megati, Tibusambi. Hanya saja, pihaknya juga belum mengetahui pasti kapan plebon akan dilaksanakan. (gsd)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi