Bupati Eka Tegaskan Kerukunan Kunci dan Modal Utama Menyatukan Bangsa.

Senin, 16 April 2018 : 20.12
Bupati Tabanan dan Wakil Bupati Tabanan berfoto bersama undangan
TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan Kerukunan merupakan kunci dan modal utama untuk memajukan dan menyatukan bangsa.

Hal itu disampaikan Bupati Eka dalam sambutannya saat acara Dharma Santhi Perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1940 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Bali, Senin (16/4/2018) di rumah jabatan Bupati Tabanan.

Menurut Bupati Eka, kerukunan harus bisa dijaga di Tabanan karena Tabanan memiliki keberagaman agama, budaya, ras dan suku.

"Kita hendaknya terus menjaga kerukunan itu dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan. Jangan menjadikan perbedaan yang bisa membuat kita lemah dan tidak bersaudara," katanya

Menurut Bupati Eka, justru dengan perbedaan  membuat kita lebih beragam dan lebih mencintai etnis, budaya dan agama lain . "Jadikalnlah perbedaan yang ada sebagai sesuatu kekuatan untuk membuat yang terbaik,” pesannya.

Bupati Eka juga berharap Tabanan dapat menjadi contoh sebagai Kabupaten yang menjaga kerukunan. Karena dengan kerukunan akan tercipta juga kedamaian, jika sudah damai maka akan ada kemenangan dalam segala hal.

Disebutkan, Kabupaten Tabanan sendiri tercatat telah mendapatkan sederet prestasi yang membanggakan, salah satunya yang baru saja di raih, menjadi Kabupaten terbaik dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah se-Bali.

“Mohon dijaga kerukunan dan kedamaian ini dalam membangun Tabanan. Dengan semua ini kita berpacu untuk berprestasi," katanya.

Bupati juga berharap  Tabanan selalu menjadi contoh dalam  kerukunan. "Saya harus mengayomi semua warga, karena ini NKRI, dengan bersatu kita akan kuat. Saya juga ingatkan kembali jangan terbawa isu dan jangan sampai melupakan kerukunan kita,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali Mangku Pasek Swastika mengungkapkan dalam Catur Brata Penyepian terdapat empat larangan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi, baik bersifat lahiriah dan mental spiritual.

“Yang bersifat lahiriah adalah; amati geni yang artinya berpantang dalam menyalakan api, , amati karya; menghentikan aktivitas fisik/kerja, amati lelungan artinya tidak bepergian dan  amati lelanguan berpantang menghibur diri atau melakukan kesenangan,"jelasnya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan dan berharap agar masyarakat Tabanan terus menjaga solidaritas, keberagaman, dan kerukunan antar sesama. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi