Awal Tahun, 72 Perokok di Denpasar Didenda hingga Rp500 Ribu

Kamis, 19 April 2018 : 16.14
Kadis Kesehatan Kota Denpasar Luh Putu Armini/dok.
DENPASAR- Dalam kurun waktu empat bulan di awal Tahun 2018 tercatat sebanyak 72 warga di Kota Denpasar menjalani sidang Tindak Pidana Ringan karena pelanggaran Perda Nomor 7 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Setelah dinyatakan bersalah merokok sembarangan atau berada di tempat terlarang, denda dijatuhkan kepada mereka bervariasi dari Rp100-Rp500 ribu.

Diketahui, sejatinya Pemerintah Kota Denpasar telah menegakkan dan menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan diberlakukan sejak bulan Desember 2013.

Hanya saja, setelah hampir satu dekade aturan itu berjalan , masih banyak warga yang tetap nekat merokok di tempat larangan merokok.

Kasi Sidik Penyidikan Satpol PP Kota Denpasar Gusti Alit Artika membenarkan bahwa  masih banyak orang yang melanggar Perda KTR.

Untuk memberikan efek jera  maka Satpol PP Kota Denpasar melakukan peindakan kepada masyarakat yang merokok di tempat umum, rumah sakit dan lain sebagainya. Serta melakukan Sidang Tipiring (tindak pidana ringan) kepada yang melanggar. Bahkan dalam Sidang Tipiring  denda yang dijatuhkan hakim sebanyak Rp 100 ribu hingga Rp 500 Ribu.

"Dari data yang tercatat di tahun 2017 sebanyak 167 dan tahun 2018 dari bulan Januari hingga April sebanyak 72 orang yang telah dilakukan penindakan hingga Tipiring," jelas Artika kepada wartawan Kamis (19/4/2018).

Untuk itu, diharapkan dengan penegakan Perda KTR itu, diharapkan masyarakat dapat mentaati aturan KTR, sehingga bersama-sama memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

Kendati ada Perda KTR< masih banyak masyarakat di lapangan yang masih melanggarnya. Sehingga Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota terus melakukan sosialisasi dalam penegakan dan penerapan Perda KTR.

Pada tahun 2017 saja Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah melakukan di 36 lokasi  yakni di rumah sakit, sekolah, tempat bermain anak, perkantoran, hingga tempat umum.

‘’Disamping melakukan sosialisasi pihaknya juga memasang plang dan stiker larangan merokok di kawasan yang telah ditentukan, namun hal ini masih saja ditemukan masyarakat yang melanggar meski tempat merokok telah disediakan,’’ ujar Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini secara terpisah.

Armini mengatakan hal ini menunjukkan bahwa resiko kesehatan baik pada perokok itu sendiri maupun pada orang lain di sekitarnya yang tidak merokok (perokok pasif).  Untuk itu diperlukan upaya yang serius pula dalam penanggulangannya.

Pihaknya memberikan pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok sehingga timbul kemauan untuk berhenti merokok atau yang tidak merokok agar tidak menjadi perokok.

Untuk penguatan terhadap Perda tersebut Pemerintah Kota Denpasar memperkuatnya dengan adanya penegakan perda yang langsung dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar.(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi