Uniknya Parade Ogoh-ogoh Mini Sambut Nyepi di Denpasar

Minggu, 11 Maret 2018 : 23.30
DENPASAR - Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 dan malam pengerupukan identik dengan pawai ogoh-ogoh serta berbagai kegiatan serta aktivitas dilaksankan oleh Seka Teruna di Denpasar.

Seperti kegiatan unik dilaksankan oleh ST. Dharma Putra Banjar Beraban, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat dengan menyelenggarakan Lomba Ogoh-ogoh Mini se-Bali yang dibuka langsung oleh Plt. Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara yang ditandai dengan pengguntingan pita, Minggu (11/3/2018).

Dalam lomba ini turut diperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar.Dalam kesempatan tersebut Plt. Walikota Jaya Negara didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I.G.N Bagus Mataram, menyambut baik serta mengapresiasi yang setinggi-tingginya lomba ogoh-ogoh mini se-Bali yang diselenggarakan oleh ST.

Menurutnya, kegiatan positif ini selaras dengan semboyan Denpasar Kotaku Rumahku yang menitik beratkan pada peran masyarakat untuk aktif berkreasi dan berinovasi sehingga terwujudnya kebahagiaan masyarakat di Kota Denpasar.

"Selain itu, dalam visi dan misi Kota Denpasar yang tertuang dalam Padmaksara Kota Denpasar terdapat 5 program diantaranya pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya," katanya.

Tentunya dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini, secara langsung STT Dharma Putra sudah membantu komitmen dari Pemkot Denpasar dalam hal pelestarian budaya yang didalamnya juga ada ekonomi kreatif.

“Yang terpenting kegiatan ini mampu memberikan edukasi kepada anak-anak ditambah lagi terdapat pementasan dalang cilik. Disini nuansa-nuansa spirit pelestarian budaya sudah lahir pada event ogoh-ogoh mini se-Bali ini,” kata Jaya Negara.

Salah seorang Juri dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Gede Anom Ranuara mengatakan, pihaknya sangat terkesan serta mengapresiasi lomba ogoh-ogoh mini se-Bali.

Kegiatan seperti ini perlu diberikan motivasi untuk peningkatan kreatifitas, dan dari kegiatan ini diharapkan meningkatkan moralitas dan mentalitas anak-anak guna menjadi kreator bahkan motivator sehingga memicu adanya ekonomi kreatif dan pelestarian budaya itu sendiri.

Adapun kreteria yang dinilai dalam lomba ini yakni kreatifitas, ekspresi, penggunaan bahan, dan keserasian. Ketua ST. Dharma Putra, Made Arya Mahendra didampingi Ketua Panitia I.B Japa Suyoga mengatakan, kegiatan ini merupakan yang ke-4 dimana pada awal penyelenggraannya tahun 2015.

Pihaknya sepakat mengadakan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali terbuka dan untuk umum. Dan lomba ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para penggemar ogoh-ogoh mini di Bali.

Di Tahun ini jumlah peserta sebanyak 47, dan untuk mekanisme pendaftaran pihanya memungut biaya sebanyak 100 ribu per ogoh-ogoh dan memperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar.

“Kami berharap dari kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini akan menjadi sebuah ikon baru dan event tahunan di Denpasar serta menunjang pelestarian budaya dan ekonomi kreatif itu sendiri,” kata Arya.

Selain adanya lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini, juga adanya stand kuliner masyarakat setempat dan pementasan dan pementasan wayang oleh Dalang cilik Narendra. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi