Tegaskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Inilah Alasan Mantra-Kerta

Minggu, 25 Maret 2018 : 23.20
Rai Mantra dan Ketut Sudikerta saar kampanye dialogis di Garuda Wisnu Kencana (GWK) 
BADUNG-  Reklamasi Teluk Benoa dikhawatirkan  tidak banyak membawa manfaat bagi masyarakat sebaliknya akan melahirkan dampak buruk bagi sektor pariwisata di Pulau Bali.

Karenanya,  calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali,  pasanganIda Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) dengan  tegas  menolak reklamasi.

Hal itu disampaikan saat Mantra-Kerta saat menggelar kampanye dialogis di Amphiteater Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta, pada Minggu (25/3/2018).

Sudikerta menegaskan ada sejumlah dampak buruk yang timbul jika reklamasi teluk Benoa dipaksakan.

 Pertama, jika reklamasi berjalan maka akan muncul akomodasi hotel baru. Dengan sendirinya akan memicu persaingan harga yang tidak sehat.

"Nanti akan banting-bantingan harga, itu akan bersampak buruk bagi iklim usaha di Kuta Selatan," kata Sudikerta. Kedua menurutnya reklamasi akan memicu berdatangannya tenaga kerja asing dalam jumlah besar. Kemudian terjadi persaingan dengan mssyarakat lokal setempat.

"Nanti warga lokal malah tergusur akibat reklamasi," kata Sudikerta. Ketiga menurutnya kemacetan. Dengan kondisi sekarang saja sudah macet parah. Apalagi jika adanya reklamasi. Akan semakin krodit.

Menurutnya jauh lebih naik jika pembangunan akomodasi baru diarahkan ke Bali Utara misalnya Buleleng. Sehingga terjadi pemerataan dan tidak terjadi penumpukan di Bali Selatan.

"Solusinya kalau tidak teklamasi adalah kita bangun Bali Utara sehingga terjadi pemerataan. Apalagi di sana ada tanah milik Pemprov yang luasnya ratusan hektar, jadi tidak perlu reklamasi," imbuh Sudikerta didampingi Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) Anak Agung Bagus Adi Mahendra Putra.

Salah satu aspirasi yang datang dari warga adalah mengenai komitmen pasangan Mantra-Kerta menolak reklamasi Teluk Benoa.

Dalam kesempatan ini Rai Mantra mengatakan sejak tahun 2013 telah menolak reklamasi Teluk Benoa. Berbagai kajian telah menunjukan proyek ini tidak layak diteruskan.

"Dari awal di Denpasar sudah tegas menolak dan sudah saya sampaikan berkali-kali, tinggal bagaimana kita bergerak bersama," kata Rai Mantra. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi