Tangani Korban Bencana, Respon Time SAR Denpasar Capai 30 Menit

Kamis, 01 Maret 2018 : 00.19
Demo SAR dalam penyelamatan warga terjebak mobil saat terjadi gempa
DENPASAR - Ketika terjadi sebuah bencana petugas SAR Denpasar akan datang sampai ke lokasi untuk melakukan penanganan dengan membutuhkan waktu (respon time) sekira 30 menit.

Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana mengungkapkan, hal itu disela peringatan HUT ke-46 BASARNAS di Lapangan Samudra, Kuta Kabupaten Badung, Rabu (28/2/2018).

Berkaitan dengan kesiapan jajaran SAR dalam penanggulangan bencana digelarlah peringatan HUT Basarnas ke 46 yang, menjadi salah satu pembuktian bahwa Basarnas memiliki rescuer-rescuer yang professional, terlatih, dan kompeten khususnya di bidang SAR.

Pencapaian yang selama ini telah diperoleh, tentunya tidak menjadikan kita berpuas diri tetapi justru menjadi tantangan untuk terus menerus meningkatkan kualitas dan prestasi baik dari sisi kecepatan, ketepatan maupun sumber daya manusianya,

"Terlepas dari segala kemampuan yang kita miliki, peranan potensi SAR juga hal yang penting," tandasnya.

Sementara dalam sambutan dibacakan Ardana. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI M. Syaugi, menekankan adanya 3 hal penting yang menentukan keberhasilan operasi SAR, yakni kecepatan (respon time), ketepatan serta kompetensi.

Tanpa adanya kedisiplinan, ketekunan, kemauan mengembangkan diri dan semangat mengabdi, tentunya ketiga hal itu hanya akan menjadi isapan jempol belaka.

Ia kembali mengingatkan untuk tetap menjaga konsisten dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (clean and good governance) yaitu dengan cara menghilangkan dan menghindarkan diri dari segala macam bentuk praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Seluruh program kerja yang telah ditetapkan pada tahun 2018 ini dapat dilaksanakan dengan efisien, efektif, akuntabel dan transparan tanpa adanya penyelewengan ataupun tindakan-tindakan yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi," ucapnya.

Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana
Dalam rangka menyambut momentum penting ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggelar upacara bertempat di Gelora Samudra Kuta. Selaku inspektur upacara adalah Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E.

Acara puncak peringatan tersebut juga melibatkan lebih dari 300 potensi SAR yang ikut berbaris dalam jajaran pasukan upacara.

HUT Basarnas kali ini mengusung tema “Melalui Peringatan HUT ke-46 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018 Kita Tingkatkan Profesionalitas dan Sinergitas Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Secara Cepat, Tepat, Aman, Terpadu, dan Terkoordinasi".

Dijabarkan secara gamblang bahwa melalui tema tersebut diharapkan Basarnas harus meningkatan dan mengembangkan profesionalitas dari masing-masing jajaran Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan secara terus menerus sesuai dengan tuntutan kompetensi bidang tugasnya.

Hal itu diwujudkan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, kursus-kursus ataupun bentuk lainnya, baik di bidang aspek teknis operasional maupun bidang manajerial yang mampu menunjang profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia.

Di sisi lain sinergitas dan koordinasi lintas sektoral dengan instansi pemerintah di pusat maupun di daerah, harus terus ditingkatkan baik sidengan unsur TNI/POLRI serta organisasi potensi pencarian dan pertolongan lainnya.

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, Basarnas telah diberi tugas untuk melaksanakan tugas pencarian, pertolongan serta penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan transportasi, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana pada tahap tanggap darurat dan kondisi membahayakan manusia secara cepat, tepat, aman, terpadu, dan terkoordinasi.

Sebelum pelaksanaan puncak acara HUT Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, telah dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya donor darah, pertandingan volley dan futsal, serta perlombaan balap karung, kelereng, tarik tambang, dan masukan paku ke dalam botol.

Kemeriahan yang kental dalam rasa kebersamaan ini, diharapkan dapat meningkatkan kekompakan maupun semangat sportifitas.

Usai pelaksanaan upacara, para hadirin dan tamu undangan diberikan tontonan menarik, yaitu demo SAR tentang penanganan korban yang terjebak di bangunan runtuh serta korban yang terjebak di mobil.

Demo SAR dilakukan oleh para rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, tak ketinggalan 2 orang rescuer perempuan juga terlibat di dalamnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi