Sejahterakan Petani, Rai Mantra Dorong Sentra Pertanian di Bali

Rabu, 07 Maret 2018 : 21.12
TABANAN - Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya mengungkapkan perlu dibangunnya sentra pertanian di Bali guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Dicontohkan, daerah pertanian seperti Baturiti di Kabupaten Tabanan kata Rai Mantra, perlu dibangun sentra hasil pertanian. Hasil pertanian memiliki standar yang jelas. Dengan standar harga yang jelas maka harga bisa terkontrol dan kesejahteraan petani bisa terwujud.

Hal itu disampaikan Rai Mantra yang berpasangan dengan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) saat menggelar kampanye dialogis di Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu (7/3/2018).

Ratusan tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat dari wilayah Baturiti dan Penebel. Baturiti merupakan wilayah dengan masyarakat petani hortikultura. Rai Mantra dalam orasinya menekankan pada penguatan potensi lokal.

Dengan memahami potensi yang ada di wilayah masing-masing, maka akan jelas ke mana arah pertumbuhan dan pengembangan ekonomi.

Daerah ini merupakan penghasil tanamam pertanian hortikultura, dengan potensi ini maka ke depan arah kebijakan pemerintah bagaimana mengembangkan produk tersebut sehingga memiliki nilai jual tinggi.

Daerah pertanian seperti Baturiti perlu dibangun sebuah sentra hasil pertanian. Sehingga hasil pertanian memiliki standar yang jelas. Dengan standar harga yang jelas maka harga bisa terkontrol dan kesejahteraan petani bisa terwujud.

"Kalau kita punya sentra pertanian maka standarisasi dapat kita terapkan, aktivitas ekonomi desa jadi hidup dan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja," jelas Rai Mantra. Selain sentra berbasis potensi lokal, Mantra-Kerta melalui program Nawacandra menyiapkan terobosan kartu tani nawacandra.

Dengan kartu tani Nawacandra ini petani mendapatkan kompensasi berupa subsidi pupuk khususnya pupuk organik, kemudahan akses permodalan serta jaminan untuk mengakses pelatihan pengolahan hasil pertanian.

Petani memiliki peran penting di Bali. Selain sebagai penggerak ekonomi, budaya Bali sesungguhnya lekat dengan tradisi pertanian dan berorientasi pada lingkungan.

Karena itu menjaga budaya dan taksu Bali dapat dilakukan dengan melindungi petani, menjaga kelestarian alam, gunung, laut, dan hutan yang menjadi bagian dari konsep Tri Hita Karana.

"Pertanian adalah bagian dari budaya Bali, ayo kita jaga gunung, laut, hutan dan alam kita secara keseluruhan demi keberlangsungan kehidupan dan tradisi Bali," imbuhnya. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi