Program Wirausaha Kemenkop dan UKM Terus Bergulir di Daerah

Kamis, 08 Maret 2018 : 08.06
ilustrasi/foto:kemenkop dan ukm
PALU - Sejumlah daerah merasakan manfaat langsung adanya Program Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha dalam mengembangkan sayap usaha mereka.

Bahkan, program ini, dinilai sebagai Rekor atau nilai terbaik bagi para pelaku usaha kecil setelah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) pada Kementrian Keuangan.

Rilis Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, target wirausaha pemula pada 2018 naik menjadi 1.831 orang dari sebelumnya 1.200 orang pada 2017, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 15 miliar untuk bantuan sebesar Rp 10 juta - Rp 13 juta per orang.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Arifin S Ahmad, menjelaskan, program WP ini melekat pada Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pembiayaan.

"Salah satu tujuannya dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya," sebutnya kepada wartawan, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, dasar hukum program WP yakni, Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 33/Kep/M.KUKM/XII/2016 Tentang Penetapan Perogram Bantuan Dana Bagi Koperasi Pemula dan Program Bantuan Dana Bagi Wirausaha Pemula Sebagai Bantuan Lainnya yang Memiliki Karakteristik Bantuan Pemerintah di Lingkungan Deputi Bidang Pembiayaan, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan ketentuan lainnya.

Tidak hanya memberikan bantuan uang tapi juga pendampingan guna meningkatkan kompetensi peserta WP melalui pelatihan berbagai aspek misalnya peningkatan kualitas produk dan pemasaran.

Selain program WP, Sulawesi Tengah menargetkan di 2018 ini, jumlah penerima KUR berkisar 48 orang, dari pelaku usaha kecil kemudian pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan RI juga meluncurkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan fasilitas pembiayaan maksimal Rp 10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) antara lain, PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani(Persero). (nur)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi