Pilgub Bali, Loyalis Koster Rapatkan Barisan dalam Satu Jalur di Buleleng

Kamis, 29 Maret 2018 : 19.13
Pendukung Koster di Buleleng dalam satu jalur di Pilgub Bali
BULELENG- Ratusan warga yang dikenal loyalis Koster di Kabupaten Buleleng menegaskan sikap tetap dalam satu jalur barisan pendukung calon Gubernur Bali yang diusung PDIP Perjuangan pada Pilkada Serentak 28 Juni 2018.

Koster yang berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)  yang juga didukung Hanura, PAN, PKPI, PKB dan PPP, mendapat sokongan luas di kabupaten berjuluk Bumi Panji Sakti.

Paslon Koster Ace memiliki nilai lebih di mata warga Buleleng. Pasalnya, Koster merupakan putra asli Bumi Panji Sakti. Ia lahir di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, 20 Oktober 1962.

Dukungan terhadap Koster, bukan pilihan buta. Semua berdasarkan karya nyata Koster semasa masih duduk di bangku Komisi X DPR RI.

Sejumlah hal telah diperjuangkan Koster selama menjabat anggota DPR RI. Ratusan wantilan telah ia bangun. Belum lagi seperangkat gamelan, gong dan sejumlah keperluan banjar lainnya.

Tak hanya sampai di situ, Koster juga berhasil memperjuangkan berdirinya SMK Kesehatan di Kecamatan Kubutambahan, yang kini menjadi sekolah favorit.

Ia juga sukses membangun SMA Negeri di Buleleng, sejumlah pura, rumah sakit, hingga di bidang infrastruktur seperti hotmix beberapa ruas jalan, yang salah satunya menghubungkan Desa Tajur dan Sembiran.

Tak hanya di Buleleng, di hampir seluruh kabupaten/kota lainnya di Bali, juga tak lepas dari sentuhan bantuan konkret Wayan Koster.

Tak salah jika warga di Buleleng, amat militan mendukung, memenangkan dan memilih Wayan Koster pada Pilkada serentak. Karya nyata pria asli Buleleng itu benar-benar dinikmati warga.

Tak berlebihan kemudian jika muncul militansi untuk kemenangan Koster. Saking semangatnya mendukung, memenangkan dan memilih Koster, sejumlah warga di Buleleng mencetak baju yang menunjukkan komitmen mereka.

Baju itu bertuliskan "Sing Koster Sing Milih".

Seorang pemuda bernama Wayan Goblek, menjelaskan proses baju berwarna hitam tersebut dibuat. Selain sebagai bentuk totalitas dukungan, ia ingin baju tersebut menjadi perangkat kampanye bergerak untuk menyosialisasikan Wayan Koster kepada khalayak luas.

"Banyak ini dicetaknya, ada ratusan. Kita terus cetak bagi warga lainnya," kata Goblek, saat berbincang di sela kampanye Koster-Ace di Wantilan Rsi Mejajar, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Rabu (28/3/2018).

Di matanya, ada dua hal yang membuat militansi mereka berkobar untuk mendukung Koster. Selain putra asli Buleleng, karya nyata Koster terhadap kepentingan masyarakat juga salah satu alasannya.

"Beliau itu bekerja nyata. Coba dibayangkan, sebagai anggota DPR RI saja bisa berbuat banyak. Apalagi sebagai gubernur.

 Kami percaya beliau tulus memimpin Bali dan membangun kesejahteraan tidak hanya untuk Buleleng, tapi juga untuk daerah lainnya yang masih tertinggal seperti Karangasem, Bangli, Klungkung dan lainnya," tutupnya. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi