Menpar Arief Yakin "Nomadic Tourism" Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing

Sabtu, 24 Maret 2018 : 10.04
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat konferensi pers di sela Rakornas Kemenpar di Nusa Dua Bali
NUSA DUA - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata "Nomadic Tourism" atau
pariwisata dengan akomodasi yang bisa berpindah-pindah dilengkapi fasilitas memadai akan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan di Indonesia

Dia mencontohkan seperti parwisata di Canggu di Kabupaten Badung, Bali, menjadi salah satu tujuan favorit para turis kekinian yang dikenal dengan sebutan "digital nomadic" dari berbagai penjuru dunia.

Diketahui, turis "digital nomadic" merupakan satu dari tiga kelompok besar wisatawan "backpacker" atau turis yang biasa menenteng tas ransel dalam berwisata, selain "glampacker" atau turis milenial yang mengembara di berbagai destinasi yang viral di media sosial dan "luxpacker" atau turis pengembara dengan fasilitas mewah.

"Total kalau dibulatkan itu sekitar 45 juta potensi `nomadic tourist` dan membangun itu tidak mahal karena bisa pindah sesuai destinasi pilihan terbaik," sebut Arief yang hadir dalam rapat kerja nasional Kementerian Pariwisata I di BNDCC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat  23/3/2018).
.
Ia menambahkan "nomadic tourism" atau pariwisata dengan akomodasi yang bisa berpindah-pindah dilengkapi fasilitas yang memadai untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Indonesia.

Dikatakan, konsep pariwisata itu, kata dia, untuk sementara akan difokuskan di 10 destinasi "Bali Baru" dengan memanfaatkan empat destinasi sebagai percontohan di antaranya Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika dan Borobudur.

"Digital nomad itu orang yang ingin menenangkan diri tetapi masih bekerja secara `online`," sambung Arief.

Dicontohkan, Canggu menjadi destinasi yang disukai wisatawan mancanegara kekinian itu karena merupakan daerah yang tenang dengan jangkauan akses yang mudah.

Apalagi daya tarik ombak di sepanjang Pantai Canggu menjadi daerah itu salah satu tujuan peselancar pemula mengasah kemampuan mengendalikan papan selancar.

Dengan demikian, Arief optimistis Indonesia bisa menarik wisatawan mancanegara "digital nomadic" lebih banyak sesuai dengan perkembangan saat ini.(rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi